Menu
Pencarian


Kebakaran Bromo Meluas hingga Bukit B-29, Lebih dari 86 Hektare Lahan Terbakar

Farid Fahlevi - Kamis, 6 Agustus 2026 16:30
Kebakaran Bromo Meluas hingga Bukit B-29, Lebih dari 86 Hektare Lahan Terbakar
Karhutla di Kawasan Bromo meluas hingga bukit B29. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga mencapai kawasan Bukit B-29, Kamis (6/8/2026). Meski kobaran api mulai berkurang dibanding dua hari sebelumnya, kepulan asap masih terlihat muncul dari sejumlah titik di lereng dan perbukitan. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 86 hektare.

Api masih terlihat menyala di beberapa titik, terutama di kawasan Tebing Watu Gede dan Tebing Jantur yang berada di perbatasan Kecamatan Sukapura dan Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dengan Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Medan yang curam dan sulit dijangkau membuat proses pemadaman secara langsung belum dapat dilakukan secara maksimal.

Petugas gabungan memilih memantau perkembangan api dari kejauhan sembari membuat sekat bakar untuk memutus jalur semak dan rerumputan kering agar kobaran api tidak terus merambat ke kawasan lain.

Sersan Kepala Arifandi, anggota Koramil Sukapura, mengatakan personel TNI bersama tim gabungan disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Baca Juga :   Tim BPBD Jatim Kerahkan Drone Water Spray dan Truk Padamkan Api Karhutla di Gunung Bromo

"Anggota Kodim 0820 Probolinggo bersama BPBD, TNBTS, kepolisian, dan relawan terus siaga selama 24 jam. Kami melakukan pemantauan dan pembuatan sekat bakar agar api tidak terus meluas ke wilayah lain," ujar Serka Arifandi.

Menurutnya, kondisi angin yang cukup kencang dan panas menyengat menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran.

"Bara api yang terbawa angin diduga menjadi penyebab munculnya titik-titik api baru. Saat bara jatuh ke semak atau rumput yang sangat kering, api kembali menyala dan merambat," tambahnya.

Baca Juga :   Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo Capai 50 Hektar

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan seluruh personel gabungan masih berjibaku menahan laju api agar tidak merembet ke sisi utara kawasan Bromo.

"Fokus kami saat ini adalah menahan penyebaran api agar tidak bergerak ke kawasan utara. Tim gabungan terus bekerja di lapangan dengan berbagai metode sesuai kondisi medan," kata Oemar.

Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran telah melebihi 86 hektare dan masih berpotensi bertambah apabila cuaca kering disertai angin kencang terus terjadi.

Baca Juga :   Petugas Gabungan Padamkan Api Secara Manual Karhutla di Kaldera Bromo

"Data sementara luas lahan yang terbakar sudah lebih dari 86 hektare. Angka ini masih bisa berubah karena proses pendataan terus dilakukan dan kebakaran belum sepenuhnya padam," ujarnya.

Selain menghanguskan vegetasi savana dan semak belukar, kebakaran juga berdampak terhadap habitat satwa liar yang hidup di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Habitat sejumlah satwa endemik seperti lutung jawa, berbagai jenis burung, hingga ayam hutan dipastikan terganggu akibat meluasnya kebakaran. Hingga Kamis sore, tim gabungan masih bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi meluasnya api, sementara masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati area kebakaran demi keselamatan. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.