PASURUAN - Perhelatan Piala Dunia 2026 memang membawa suasana meriah tidak hanya di negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia itu juga terasa hingga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, dipenuhi ratusan bendera negara peserta Piala Dunia. Bendera-bendera tersebut terpasang di sepanjang jalan dan area permukiman warga menggunakan tiang bambu setinggi 10 hingga 15 meter. Pemandangan itu menciptakan suasana layaknya pesta sepak bola dunia, sehingga desa ini dikenal dengan julukan Kampung Gibol atau gila bola.
Bendera negara-negara unggulan seperti Brasil, Argentina, Portugal, Jerman, Prancis, dan Inggris mendominasi pemasangan. Negara-negara tersebut merupakan tim favorit yang paling banyak mendapat dukungan dari warga.
Antusiasme masyarakat terlihat dari persiapan pemasangan bendera yang telah dilakukan sejak dua minggu sebelumnya. Seluruh biaya pembelian bendera ditanggung secara mandiri oleh warga, dengan harga yang bervariasi antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu tergantung ukuran.
Baca Juga : Tunggu Ibunya Diatas Motor, Bocah 7 Tahun Disasak Eskudo
Semangat tersebut juga dibarengi harapan agar Indonesia suatu saat dapat tampil di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
"Ya, semangat warga sini. Harapannya agar Indonesia ikut Piala Dunia," ujar Samian, salah seorang warga yang juga pecinta sepak bola.
Selain memasang bendera, warga biasanya berkumpul untuk menggelar nonton bareng dan mendukung tim favorit mereka selama Piala Dunia berlangsung.
Baca Juga : Agenda Tahunan Pemerintah Pasuruan, Grebeg Syawal, Angkat Potensi Wisata dan UMKM
Tradisi menyambut Piala Dunia ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas Kampung Gibol. Sekretaris Desa Gerongan, Kashani, mengatakan tradisi tersebut tidak hanya menunjukkan kecintaan warga terhadap sepak bola, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat.
"Ya menambah nilai gotong royong dan memberi dampak positif bagi warga," ujarnya.
Pemasangan ratusan bendera di Kampung Gibol menjadi bukti bahwa euforia Piala Dunia tidak hanya dirasakan di negara tuan rumah, tetapi juga hidup di tengah masyarakat hingga pelosok kampung di Indonesia.(Luluk Listiani)
Baca Juga : Banjir di Pasuruan Mulai Surut, Ribuan Warga Masih Terdampak
Editor : Iwan Iwe



















