KEDIRI - Aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Tertek Pare, Kabupaten Kediri, meningkat tajam menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Meski harga sapi naik hingga 20 persen, transaksi jual beli tetap ramai dipadati pedagang dan pembeli dari berbagai daerah.
Ratusan sapi terlihat keluar masuk pasar yang menjadi salah satu pusat perdagangan ternak terbesar di wilayah Kediri tersebut. Tingginya aktivitas perdagangan membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri turun langsung melakukan monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan.
Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak sekaligus mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular strategis menjelang Idul Adha.
“Dari hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan sapi yang menunjukkan gejala penyakit menular seperti PMK maupun LSD,” ujarnya.
Selain memantau kesehatan hewan, DKPP juga mencatat peningkatan lalu lintas perdagangan sapi dibanding tahun sebelumnya. Dalam satu hari, lebih dari 300 ekor sapi tercatat keluar masuk Pasar Hewan Tertek Pare.
Menurut Tutik, tingginya transaksi dipicu meningkatnya permintaan hewan kurban dari berbagai daerah. Pembeli tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga datang dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madiun, Malang hingga Kota Batu.
Ramainya permintaan turut berdampak pada harga jual sapi. DKPP mencatat harga sapi menjelang Idul Adha mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen dibanding hari biasa.
Meski harga naik, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Tertek tetap berjalan lancar dan diperkirakan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idul Adha. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















