Menu
Pencarian


Nobar Piala Dunia Spanyol vs Cape Verde, Wali Kota Probolinggo Terkejut La Roja Ditahan Imbang 0-0

Farid Fahlevi - Selasa, 16 Juni 2026 03:00
Nobar Piala Dunia Spanyol vs Cape Verde, Wali Kota Probolinggo Terkejut La Roja Ditahan Imbang 0-0
Suasana Nobar Piala Dunia 2026 yang digelar Pemkot Probolinggo di area parkir GOR Ahmad Yani, Senin (15/6/2026) malam. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Pemerintah Kota Probolinggo menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan penyisihan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Cape Verde, Senin (15/6/2026) malam.

Ratusan warga memadati area parkir Gelanggang Olahraga Ahmad Yani. Turut hadir Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Suasana nobar berlangsung semarak. Sesekali teriakan dukungan untuk Spanyol yang memang diunggulkan dalam laga ini. Apalagi, tim berjuluk La Roja ini menguasai pertandingan.

Wali Kota Aminudin dan masyarakat pun hanya bisa geleng-geleng melihat banyaknya peluang Spanyol, namun tak ada yang berbuat gol. Wali Kota Aminudin memuji penampilan kiper Cape Verde, Josimar Vozinha membuat sejumlah peluang Spanyol gagal berbuah gol. Hasil akhir laga, Spanyol ditahan imbang Cape Verde 0-0.

Baca Juga :   Bermodal Disiplin Kerja, Budiono Wirawan Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Probolinggo

Hasil imbang ini mengejutkan Wali Kota Probolinggo Aminuddin. Menurutnya, laga ini menunjukkan bahwa kualitas peserta Piala Dunia saat ini semakin merata.

"Kalau melihat pertandingan tadi, kita bisa menyimpulkan bahwa kekuatan tim-tim peserta Piala Dunia sekarang sudah jauh lebih merata. Tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap enteng," kata Aminuddin usai mengikuti nobar.

Menurut Aminuddin, Cape Verde memang bukan negara unggulan. Namun banyak pemain mereka yang berkarier di klub-klub luar negeri sehingga memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Cape Verde memang negara kecil, tetapi pemain-pemainnya banyak yang bermain di luar negeri. Mereka punya pengalaman dan kualitas yang cukup baik sehingga mampu mengimbangi permainan Spanyol," ujarnya.

Aminuddin juga menyoroti keputusan pelatih Spanyol Luis de la Fuente yang dinilai terlambat memasukkan bintang muda Lamine Yamal ke dalam pertandingan.

"Saya melihat Lamine Yamal masuk agak terlambat. Ketika dia masuk, waktu yang tersedia sudah tidak banyak sehingga adaptasinya dengan permainan tim juga kurang maksimal," katanya.

Meski Spanyol mendominasi penguasaan bola, Aminuddin menilai penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jika ingin melangkah jauh di turnamen ini.

"Spanyol sebenarnya punya banyak peluang. Hanya saja penyelesaian akhirnya kurang baik. Itu yang membuat mereka gagal mencetak gol malam ini," ucapnya.

Saat ditanya mengenai tim jagoannya di Piala Dunia 2026, Aminuddin memilih belum mengungkapkannya kepada publik.

"Nanti saja kalau sudah masuk perempat final baru saya sampaikan. Sekarang masih terlalu dini karena kompetisinya masih panjang," katanya sambil tersenyum.

Ia menambahkan, hasil imbang yang diraih Cape Verde menjadi bukti bahwa kejutan masih sangat mungkin terjadi pada Piala Dunia 2026.

"Kita sudah melihat beberapa negara besar kesulitan menghadapi tim yang secara peringkat berada di bawahnya. Salah satunya malam ini Spanyol yang ditahan Cape Verde. Ini membuat Piala Dunia semakin menarik untuk diikuti," pungkas Aminuddin.

Hasil imbang tersebut membuat para pendukung Spanyol yang hadir dalam nobar harus pulang dengan rasa kecewa. Mereka berharap tim Matador mampu tampil lebih tajam pada pertandingan berikutnya agar peluang lolos ke fase gugur tetap terbuka lebar. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.