SURABAYA - Setelah melalui seluruh tahap seleksi mahasiswa baru (maba) di berbagai jalur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi mengukuhkan 6.188 orang maba baik dari jenjang sarjana (S1) dan sarjana terapan (D4). Kegiatan pengukuhan ini dilaksanakan secara luring di Stadion ITS, Senin (7/8/2023).
Dengan mengenakan seragam atasan putih dan bawahan hitam, seluruh maba terlihat antusias melangkahkan kakinya untuk memasuki Stadion ITS. Kegiatan ini dihadiri pula oleh jajaran pimpinan tinggi di lingkungan ITS.
Untuk lebih menghidupkan suasana dan menumbuhkan rasa bangga di hati masing-masing maba, pemandu acara terus menggemakan nama fakultas-fakultas di ITS yang disambut dengan tepukan riuh dan teriakan semangat dari para maba.
Tak hanya itu, dihadirkan juga berbagai macam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ITS yang bertalenta. Mulai dari UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITS, ITS Archery (Panahan), dan Pencak Silat Setia Hati Teratai (PSHT).
Guna menyemangati para maba, turut dihadirkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim BA MBA untuk memberikan sambutan secara virtual.
Dalam sambutannya, Nadiem menekankan bahwa menjadi mahasiswa berarti menjadi orang yang memiliki kreativitas tinggi dan menjadi ujung tombak kemajuan Bangsa Indonesia.
“Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa akan memiliki wadah untuk meraih cita-citanya,” ujarnya memotivasi mahasiswa.
Selanjutnya, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA mengatakan, menjadi mahasiswa ITS merupakan salah satu anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa karena tidak semua calon mahasiswa memiliki kesempatan diterima di ITS. Ia juga menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa ITS tentu memiliki tanggung jawab yang besar, yakni menjadi pembelajar sejati.
“Pembelajar sejati dibutuhkan oleh seluruh mahasiswa karena persoalan ke depan akan semakin rumit,” paparnya.
Tidak hanya Ketua MWA, Ketua Senat Akademik ITS Prof Dr Syafsir Akhlus MSc turut meyakinkan para maba dan juga orang tua maba yang menyaksikan siaran langsungnya melalui kanal Youtube ITS TV bila ITS siap menyediakan lingkungan pembelajaran yang bermutu dan komprehensif.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng dalam sambutannya menuturkan, ITS berhasil meningkatkan lingkungan yang heterogeny. Dimana ITS menerima mahasiswa dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.
Dalam data yang dipaparkan, selain Jawa Timur, provinsi asal mayoritas maba yang diterima oleh ITS adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan berbagai daerah lainnya.
Mendengar seruan dan sambutan yang penuh semangat dari segenap sivitas akademika ITS, Ashari berharap seluruh maba 2023 dapat bersinergi bersama demi meningkatkan citra positif Kampus Pahlawan ini. Ia juga berharap kepada seluruh sivitas akademika ITS untuk senantiasa membimbing seluruh maba, sehingga menjadi generasi unggul menunjang generasi emas Indonesia 2045. (Selvi Wang)
Editor : M Fakhrurrozi