SURABAYA - Surabaya memiliki destinasi wisata alam salah satunya adalah Kebun Raya Mangrove di Gunung Anyar. Kebun ini tidak hanya sekadar destinasi wisata saja, melainkan menjadi terselenggaranya event lari yang diberi nama Mangrove Eco Run 3.0. Event ini diselenggarakan di Kebun Raya Mangrove, Gunung Anyar, Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Mangrove Eco Run 3.0 sebagai event pecinta olahraga lari dan membuat inovasi event lari bernuansa alam di kawasan Kebun Raya Mangrove. Pada tahun ini, rute lari yang digunakan untuk event ini yaitu berada di dalam kawasan Kebun Raya Mangrove dan terdapat trail run sepanjang 5 kilometer.
Race organizer dari Motion Dignity sebagai penanggung jawab event Mangrove Eco Run 3.0, Erditya mengatakan event ini adanya perbedaan dari tahun sebelumnya dan adanya permintaan dari Badan Riset Inovasi Daerah Surabaya (BRIDA) yang diharuskan berada di dalam kawasan hutan mangrove.
“Memang tahun ini ada perbedaan dari tahun sebelumnya dan dari BRIDA ada permintaan kalau Mangrove Eco Run tahun ini harus berada di dalam lingkungan Kebun Raya Mangrove otomatis kita harus mencari rutenya di dalam Kebun Raya Mangrove”, ujar Erditya.
Baca Juga : Kejuaraan Adu Wani Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov, IBCA MMA Kota Madiun Bidik Juara Umum
Setelah melakukan survei, kawasan ini memiliki potensi untuk rute trail run.
“Kita juga menemukan adanya potensi rute untuk trail run dan kondisinya cukup bagus. Akhirnya kita sepakat membuat event tahun ini menjadi trail run”, tambahnya.
Tujuan hadirnya trail run ini untuk mengakomodasi para pelari pemula dan untuk para pelari yang bersenang-senang saja. Jadi terdapat dua jenis kategori lari, yaitu 5k trail run dan 3k fun run.
Baca Juga : Wali Kota Cup 2026 Resmi Bergulir, 46 Kelurahan Berebut Gelar Sekaligus Cetak Bibit Voli Kota Kediri
Erditya menjelaskan trail run yang dihadirkan dalam event ini agar semua peserta tidak perlu takut terhadap rute yang telah dibuat oleh panitia. Karena rute yang digunakan trail run merupakan rute yang santai dan bersahabat bagi para pemula.
“Biar semuanya tidak takut ketika mendengar kata trail run karena rutenya yang terlalu trail. Padahal sebenarnya rute trail yang santai”, ungkapnya.
Proses pembuatan jalur telah disurvei dan dipilih oleh panitia untuk digunakan para peserta ketika acara berlangsung. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) membantu menormalisasikan jalur dan memperlebar rute yang awalnya 1 meter menjadi 2 meter, sekaligus permukaanya lebih ramah ketika digunakan para peserta.
Baca Juga : Kapan Libur Semester Genap 2026? Simak Jadwal dan Ide Kegiatannya
Menurut Erditya, persiapan untuk menyelenggarakan event ini selama dua bulan sejak bulan Mei.
“Sejak bulan Mei persiapannya sekitar dua bulan lebih”, jelasnya.
Demi menjaga keselamatan dan keamanan para peserta, Erditya menyebutkan adanya dua water station, sekitar 30 marshall (pemandu rute peserta), dan terdapat tim medis.
Baca Juga : 800 Peserta Ramaikan Kayuh Malam Kota Cerita, Kopag Space Satukan Komunitas Lari dan Sepeda di Kediri
“Untuk water station kita sediakan dua untuk safety, ada sekitar 30 marshall yang tersebar di berbagai titik, dan terdapat tim medis di ujung medan trailnya untuk evakuasi. Alhamdulillah-nya hari ini semuanya lancar dan tidak ada yang harus dievakuasi”, ucap Erditya.
Total peserta yang mengikuti event ini sebanyak 2.000 orang. Banyaknya peserta terbagi menjadi dua kategori, yaitu 3k sebanyak 1.500 peserta dan 5k sebanyak 500 peserta. Selain lari, Erditya menyebutkan terdapat festival kuliner, zumba, penampilan band, dan hadiah kejut untuk para peserta.
“After rest-nya ini ada festival kuliner, ada zumba, band. Ada doorprize juga yang berhadiah motor”, tutupnya. (Muhamad Maulana Saputro)
Baca Juga : Ngabuburit Sambil Jaga Kebugaran, Puluhan Atlet MMA Kota Madiun Latihan Bersama
Editor : Iwan Iwe



















