SURABAYA - Program “Infone Warga” kembali menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait gangguan lingkungan dan keselamatan warga, yang tayang di JTV pada Kamis (12/2/2026). Laporan yang masuk meliputi persoalan sampah berserakan di ruang publik hingga keberadaan sarang tawon berukuran besar yang dinilai membahayakan.
Di Surabaya, Anas, warga setempat, melaporkan adanya tumpukan sampah yang berceceran di kawasan Kalibokor, tepatnya di sekitar Novotel, Kecamatan Gubeng. Menurutnya, sampah tersebut bukan berada di tempat pembuangan resmi dan sudah dibiarkan selama beberapa hari sehingga mengganggu pejalan kaki.
"Masih banyak sampah yang berceceran di Kalibokor, sekitar Novotel. Itu bukan tempat sampah, tapi dibiarkan begitu saja dan cukup mengganggu,” ujar Anas dalam panggilan dengan Infone Warga.
Keluhan lingkungan juga datang dari Yanto, warga Pakis, Surabaya. Ia mengadukan kondisi sungai yang dipenuhi sampah dan endapan lumpur dari kawasan Gang Pakis Wetan hingga Kembang Kuning. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung lama, menimbulkan bau tidak sedap, dan berpotensi memperparah banjir saat hujan deras.
Baca Juga : Infone Warga JTV: Sampah Berserakan di Gubeng hingga Teror Sarang Tawon Vespa di Sidoarjo
“Sungainya dangkal, banyak sampah dan lumpur. Sudah lama tidak dibersihkan dan baunya cukup mengganggu,” kata Yanto.
Selain persoalan sampah, Infone Warga juga menerima laporan terkait keberadaan sarang tawon Vespa yang meresahkan warga. Salah satunya berada di Dusun Gempol Ligi, Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Sarang tawon berukuran besar tersebut ditemukan di kebun warga dan membuat masyarakat sekitar khawatir akan risiko sengatan, terutama terhadap anak-anak.
Laporan serupa juga disampaikan Soekarno, warga Kelurahan Mundu Sewu, Desa Banyu Urip, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Ia menyebut sarang tawon tergantung di dekat rumah warga dan hingga kini belum berani ditangani secara mandiri karena dianggap berbahaya.
“Sarang tawonnya sudah besar dan dekat rumah warga. Anak-anak jadi takut, kami juga bingung harus melapor ke mana,” ungkap Soekarno.
Menanggapi laporan tersebut, Infone Warga menghadirkan keterangan dari Komandan Regu Rescue Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sidoarjo, Sofyan Pandu Maulana, yang menyarankan agar sarang tawon tidak ditangani secara mandiri dan segera dilaporkan ke pemadam kebakaran setempat.
“Penanganan sarang tawon Vespa harus dilakukan petugas dengan perlengkapan khusus dan paling efektif dilakukan pada malam hari, saat tawon sudah kembali ke sarangnya,” jelas Sofyan.
Seluruh laporan warga tersebut akan diteruskan kepada dinas terkait, baik dinas kebersihan, pengelola sungai, maupun pemadam kebakaran, agar segera dilakukan penanganan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















