KEDIRI - Penutupan sementara sejumlah bandara akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau langsung direspons cepat oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk mengantisipasi peralihan dan lonjakan penumpang di jalur darat, KAI Daop 7 Madiun resmi menambah kapasitas dengan mengoperasikan gerbong perjalanan tambahan menuju Jakarta.
Geliat peningkatan penumpang salah satunya mulai terasa di Stasiun Besar Kota Kediri sesaat setelah penambahan jadwal ini diberlakukan. Langkah strategis KAI menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian transportasi di tengah pembatalan berbagai jadwal penerbangan.
Secara keseluruhan, KAI Daop 7 menyiapkan total tiga perjalanan kereta api ekstra untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan. Salah satu armada yang dikerahkan adalah Kereta Api Gajayana Tambahan yang beroperasi melintasi relasi kawasan Madiun, Blitar, Kediri, hingga stasiun akhir Gambir di Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari membenarkan bahwa penambahan ini merupakan langkah antisipasi dari efek domino bencana alam tersebut. "Penambahan perjalanan kereta api ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya peningkatan volume penumpang, karena sejumlah bandara terdampak abu vulkanik saat ini dilakukan penutupan sementara," terang Tohari.
Mengingat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih dinamis, pihak KAI tidak lupa memberikan peringatan ekstra bagi para pelanggan. Penumpang diimbau untuk selalu menjaga kesehatan dengan memakai masker selama perjalanan, serta disarankan untuk tiba lebih awal di stasiun guna menghindari antrean panjang.(Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















