SITUBONDO - Dua nelayan asal Situbondo yang sempat hilang kontak saat melaut di Perairan Selat Madura akhirnya ditemukan selamat di Perairan Tanjung Nyamplong, Sampang. Perahu fiber bernama Putri Kirana yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin parah sehingga membuat keduanya terombang-ambing semalaman di tengah laut lepas. Sukandar bersama rekannya Fendiyanto berangkat dari Kampung Demung, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, untuk mencari ikan pada Senin (7/9/2026).
"Dua nelayan di wilayah Desa Teluk Dalam Pumu yang awalnya melaut mencari ikan berdua, kemudian mesin error, sehingga di tengah laut terbawa arus. Dan dua nelayan ini terdampar di perairan Desa Desa Darma Tanjung, Kecamatan Nyamplong Sampang, kemudian dibantu atau ditolong oleh nelayan setempat," ujar AKP Gede Sukarmadiyasa selaku Kasat Polairud Polres Situbondo.
Sebelum ditemukan, Fendiyanto sempat menghubungi istrinya sekitar pukul dua belas siang untuk mengabarkan kondisi perahu yang mengalami gangguan teknis, sehingga pihak keluarga panik dan melaporkannya kepada kepala desa setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Satpolairud Polres Situbondo untuk ditindaklanjuti secara cepat melalui koordinasi lintas wilayah. Beruntung, sebelum operasi pencarian skala besar dilakukan, petugas telah menerima kabar pasti bahwa kedua nelayan tersebut sudah ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kemudian diberi tempat untuk menginap, dicarikan bengkel untuk perbaikan mesin, setelah itu setelah mesin bisa atau hidup. Akhirnya nelayan tersebut dikawal oleh nelayan Nyamplong sampai ke daerah Sugi," tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi dari laut, Sukandar dan Fendiyanto langsung dibawa ke rumah warga Desa Tanjung Nyamplong untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik. Warga dan nelayan setempat memberikan bantuan berupa makanan, minuman, serta fasilitas tempat tinggal sementara. Berdasarkan keterangan resmi, kondisi kedua nelayan tersebut dipastikan sehat berkat bantuan cepat yang diberikan oleh masyarakat serta nelayan lokal.
"Untuk kondisi nelayan, dua orang tersebut karena sudah ditolong oleh nelayan dari Desa Tanjung Nyamplong itu, jadi diberikan makanan, minuman, dan sebagainya, sampai kembalinya ke Besuki pun dalam keadaan sehat," jelas Sukarmadiyasa.
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengimbau kepada seluruh komunitas nelayan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan pemeriksaan fasilitas sebelum memutuskan turun ke laut. Setiap nakhoda wajib mengecek kelaikan kapal, kondisi mesin, ketersediaan alat keselamatan kerja, alat komunikasi, hingga perbekalan secara menyeluruh guna mengantisipasi kejadian darurat.
Kelalaian kecil dalam memeriksa kelayakan kapal sering kali menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan laut atau hilangnya kontak komunikasi di tengah perairan yang luas. Apabila terjadi kendala teknis mendadak, nelayan lain diimbau untuk segera memberikan pertolongan pertama demi menghindari risiko hilangnya nyawa di tengah laut.
"Imbauan untuk nelayan, untuk para nelayan sebelum melaut silakan untuk dicek semua fasilitas yang ada, baik lampu kapal, mesin, alat-alat keselamatan, kemudian alat komunikasi, dan juga perbekalan. Jangan sampai ada error di tengah laut, karena di laut itu sulit," pungkasnya.
Editor : Iwan Iwe



















