SURABAYA - Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur melakukan sensus ekonomi di kediaman Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Jemursari Surabaya, Rabu (24/6/2026).
Kedatangan tim sensus ekonomi diterima langsung Khofifah. Sensus dipimpin Plt Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati.
Sensus berlangsung sekitar satu jam. Usai dilakukan sensus, petugas memasang stiker sensus di depan pintu rumah Khofifah, sebagai petanda bahwa sudah dilakukan sensus ekonomi.
Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap informasi yang disampaikan kepada petugas sensus.
"Kerahasiaan data responden dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang Statistik. Seluruh informasi yang diberikan hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan digunakan untuk kepentingan lainnya. Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk memberikan jawaban yang jujur, lengkap, dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya," ujarnya.
Herum memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
"Pada kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan kota, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, asosiasi dunia usaha, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," tuturnya.
Sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci penting dalam menyukseskan kegiatan ini. Untuk memperoleh data ekonomi yang lengkap dan berkualitas, Badan Pusat Statistik telah menerjunkan petugas sensus yang akan melakukan pendataan secara door to door mulai tanggal 15 Juni sampai dengan 31 Agustus 2026.
Di Kota Surabaya terdapat sebanyak 1.980 petugas, di Provinsi Jawa Timur sebanyak 41.538 petugas, dan secara nasional sebanyak sekitar 215.000 petugas yang akan bertugas melakukan pendataan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
"Perlu saya sampaikan bahwa pendataan ini mencakup informasi mengenai usaha yang dijalankan, baik usaha formal maupun informal, serta berbagai informasi sosial ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dapat meluangkan waktu untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang diperlukan secara lengkap dan benar.Agar proses pendataan berjalan lebih lancar," tambahnya.
Masyarakat diharapkan menyiapkan beberapa dokumen atau informasi pendukung, seperti Kartu Keluarga, Nomor Induk Berusaha atau dokumen perizinan usaha yang dimiliki, serta informasi lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
"Namun, apabila dokumen tersebut tidak tersedia secara lengkap, masyarakat tetap dapat mengikuti wawancara karena petugas akan memandu proses pendataan sesuaidengan kondisi yang ada," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, mengajak kepada semua masyarakat Jawa Timur untuk mendukung dan memberikan jawaban membantu para petugas sensus.
"Sensus ekonomi ini merupakan sensua 10 tahun sekali dan sudah dilakukan sejak tanggal 12 Juni lalu dan juga dilakukan secara online, semua masyarakat diharapkan bisa mendukung dan memberikan penjelasan kepada tim sensus," tuturnya.
Sensus ekonomi ini, lanjutnya, untuk melihat bagaimana peta ekonomi masyarakat di Jawa Timur.
"Kita ingin setiap bansos itu mendapatkan data yang pas dan tepat. Dan untuk mendapatkan data yang tepat, maka salah satu caranya ya melalui sensus ini," tambahnya.
Data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Data ekonomi memiliki peran yang sangat penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengembangan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor industri dan perdagangan, hingga penyusunan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Data ekonomi yang akurat akan membantu pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















