Menu
Pencarian

Geopark Trenggalek Dikebut, Bidik Status Nasional hingga UNESCO

JTV Kediri - Sabtu, 6 Juni 2026 09:41
Geopark Trenggalek Dikebut, Bidik Status Nasional hingga UNESCO
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BPPRIN) Trenggalek Ratna Sulistyowati. (Foto : Moch. Herlambang)

TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek mulai mematangkan kajian pengembangan kawasan geopark sebagai strategi baru mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), pariwisata, hingga ekonomi masyarakat. Program tersebut diproyeksikan menjadi pintu masuk Trenggalek menuju status geopark nasional hingga pengakuan UNESCO.

Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan pengumpulan data dan penyusunan kajian komprehensif sebagai syarat pengajuan geopark nasional. Targetnya, seluruh proses kajian rampung tahun ini dan pengajuan status geopark nasional dilakukan pada 2027.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BPPRIN) Trenggalek Ratna Sulistyowati mengatakan, Trenggalek memiliki modal kuat untuk mewujudkan geopark. Sebab, daerah tersebut memiliki kekayaan geologi, budaya, dan alam yang saling mendukung.

“Ketiga unsur penting geopark sudah dimiliki Trenggalek. Ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu,” ujarnya.

Baca Juga :   Gerak Cepat! 8 OPD di Trenggalek Langsung Diisi PLT Usai Mutasi JPT

Menurut Ratna, keberhasilan sejumlah daerah lain dalam mengelola geopark menjadi referensi bagi Pemkab Trenggalek. Salah satunya Kabupaten Kebumen yang mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus meraih pengakuan UNESCO.

Pemkab Trenggalek juga mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), baik dalam aspek kajian maupun pembiayaan program. Dukungan tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses penyusunan dokumen pengajuan.

Sejumlah potensi daerah disiapkan masuk dalam kawasan geopark. Dari sisi budaya, terdapat Turonggo Yakso, tradisi Ngetung Batih, hingga Kupatan Durenan. Sementara sektor alam meliputi Goa Lowo, Gunung Linggo, Gua Ngerit, kawasan bambu Dilem Wilis, wisata bawah laut, hingga berbagai komoditas unggulan daerah.

Baca Juga :   Investasi Trenggalek Tembus Rp 582 Miliar di Tahun 2025, Hampir Sama dengan Target

Program geopark juga telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga 2029. Pemkab berharap pengembangan geopark tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

Salah satu fokus utama adalah menjaga kawasan kars yang selama ini menjadi sumber cadangan air masyarakat. Pemkab menilai perlindungan kawasan tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air dan mencegah kerusakan lingkungan di masa mendatang.

Geopark bukan hanya soal wisata, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan,” tegas Ratna. (Moch. Herlambang)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.