PASURUAN - Puluhan perwakilan suporter Persekabpas Pasuruan yang tergabung dalam Sakera Mania mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan pada Rabu (11/02/2026) siang. Mereka mempertanyakan nasib tim kebanggaannya yang kembali gagal promosi ke Liga 2. Suporter menuntut pembenahan manajemen dan kejelasan status klub agar prestasi tim tidak terus jalan di tempat.
Dengan membawa aspirasi seluruh pendukung, puluhan perwakilan Sakera Mania ini diterima langsung oleh anggota dewan di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Dalam pertemuan tersebut, suporter menyampaikan kekecewaan mendalam atas kegagalan Persekabpas yang langkahnya terhenti di babak delapan besar Liga 3 Nasional. Padahal, masyarakat sangat berharap tim berjuluk Laskar Sakera ini bisa naik kasta ke Liga 2.
Ketua suporter Sakera Mania, Mohammad Rosul, menegaskan perlu adanya pertemuan antara pemerintah daerah, pemilik PT, klub internal, hingga suporter untuk membahas masa depan klub secara transparan.
“Audiensi dengan DPRD ini kami meminta difasilitasi terkait Persekabpas. Kami ingin duduk bersama mencari solusi. Tentunya kami ingin diundang, mulai dari perwakilan suporter, PT Persekabpas itu sendiri, klub internal, hingga pihak pemerintah atau ahli sepak bola, untuk membahas bagaimana cara mengelola sepak bola yang benar,” ujar Mohammad Rosul.
Baca Juga : DPRD Magetan Tunggu Laporan Banggar, Program Prioritas Tetap Didukung
Ia menambahkan bahwa segala permasalahan sensitif seperti kepemilikan saham atau utang perlu dibahas tuntas di forum resmi. Hal ini bertujuan agar Persekabpas tidak terlilit beban finansial yang dikhawatirkan akan menyulitkan pengelola berikutnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, anggota DPRD yang juga menjabat sebagai Manajer Persekabpas, Gaung Andaka, menepis isu rencana penjualan klub ke pihak luar daerah. Ia mengaku selama ini manajemen sudah bekerja maksimal meskipun harus beroperasi dengan anggaran yang minim. Pihak manajemen menyatakan terbuka jika ada pengurus PSSI Kabupaten Pasuruan yang ingin mengambil alih pengelolaan, asalkan tetap dikelola oleh putra daerah.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Kepala Dispora, Ketua DPRD, bahkan saya sendiri adalah bagian dari pemerintahan. Jadi, kalau dibilang tidak ada komunikasi, saya rasa itu tidak benar,” ungkap Gaung Andaka.
Baca Juga : Pinjaman Rp100 Miliar Batal, Perbaikan Jalan Ponorogo Tetap Berjalan Lewat Efisiensi Anggaran
Lebih lanjut, Gaung berharap seluruh warga Pasuruan yang mencintai Persekabpas dapat terus bergandeng tangan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Di sisi lain, suporter tetap mendesak agar tata kelola klub segera dibenahi secara profesional demi mewujudkan mimpi melihat Persekabpas berlaga di kasta tertinggi sepak bola nasional. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















