KOTA MALANG - Portal jtv – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) kembali menggelar acara tahunan bertajuk Second Health Creative Video Competition atau High Graphic. Kegiatan ini merupakan kompetisi video kreatif yang terbuka untuk umum, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, hingga masyarakat luas, Sabtu (6/06/2026).
Dekan FK UNISMA, dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara kedua ini.
"Alhamdulillah, hari ini FK UNISMA sudah menjalankan Second Health Creative Video Competition yang kedua. Ini merupakan event tahunan FK UNISMA dalam bentuk kompetisi video yang dilaksanakan untuk umum, termasuk anak SMA, kuliah, dan masyarakat. Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan awareness mengenai masalah-masalah kesehatan sekaligus memperkenalkan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang kepada khalayak ramai," ujar dr. Rahma.
Baca Juga : FK UNISMA Kembali Gelar Kompetisi Video Kreatif Kesehatan, Angkat Isu Kesehatan Mental untuk Generasi Muda
Mengusung tema kesehatan mental, kompetisi tahun ini dinilai sangat relevan dengan kondisi terkini. dr. Rahma menjelaskan bahwa dalam satu tahun terakhir, banyak permasalahan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, bahkan peningkatan angka upaya bunuh diri, terangkat di media massa.
"Harapan kita, dengan adanya kompetisi video kali ini, mental awareness terkait masalah mental dapat terangkat. Kami ingin membantu semua pihak lebih memahami permasalahan atau kondisi mental mereka, dan juga mendorong mereka untuk seek help atau mencari pertolongan profesional ketika merasa ada hal-hal yang membutuhkan bantuan ahli," jelasnya.
Baca Juga : Hebat! 80 Santri PP Al-Umm Malang Diwisuda, 7 di Antaraya Hafal 30 Juz
Menurut dr. Rahma, kesehatan mental seringkali menjadi masalah utama, terutama pada mahasiswa dan Generasi Z. Tuntutan dari media sosial dan interaksi sehari-hari kerap memberikan beban berlebih yang mengganggu kenyamanan mental.
"Ketika kesehatan mental terganggu, seringkali menimbulkan permasalahan kesehatan fisik seperti insomnia, hipertensi, gangguan cemas, panik, hingga sulit berpikir jernih. Semua itu akan berpengaruh pada performa harian individu tersebut," tambahnya.
Ia berharap kompetisi ini bisa mengangkat hal-hal sederhana, seperti pentingnya empati. "Mungkin menurut kita ini normal, tapi bagi orang lain tidak. Kita harus belajar tepo seliro (merasakan perasaan orang lain), agar lebih waspada dan bisa mengevaluasi diri."
Baca Juga : 65 Siswa SMP Muhammadiyah 1 Malang Diuji Publik Hafalan Juz 28-30 Metode Ummi
Dalam acara seminar dan awarding yang berlangsung, FK UNISMA menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu: Dr. Amelia Azis Daeng Matdjo, S.Psi., M.Si., Psikolog dan dr. Era Catur Prasetyo, Sp.KJ

dr. Era Catur Prasetyo, Sp.KJ (K), menyoroti badai informasi yang saat ini melanda, terutama pada remaja. "Informasi sudah tidak sekedar dibutuhkan, tapi sudah menjadi badai informasi yang kadang menyebabkan otak remaja mengalami overaktivasi hingga kewaspadaan berlebihan. Penting sekali anak-anak kita belajar tentang regulasi emosi dan mengelola waktu agar bisa membantu mereka menjaga kesehatan jiwa," paparnya.
Baca Juga : Ratusan Siswa SMK Muhammadiyah 1 Malang Dilepas, Kepala Sekolah: 212 Lulusan Berprestasi Sempurna
Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada proses belajar, interaksi sosial, dan pembentukan komunitas.
Menanggapi pertanyaan apakah memahami kepribadian bisa membantu mencegah stres, dr. Era menegaskan bahwa segala sesuatu diawali dengan pengenalan diri.
"Tanpa mengenali diri, kadang kita tidak paham siapa kita, yang kita tahu hanya rasa marah. Penting untuk dipahamkan ke semua orang agar pertama, mereka mengenal dirinya. Dengan mengenal diri, mereka tahu cara mengelolanya. Harapannya, ketika menghadapi sesuatu yang tidak nyaman atau tidak sesuai ekspektasi, mereka tidak merasa tertekan dan akhirnya stres," jelasnya.
Baca Juga : Lulusan Siap Kerja di Era Industri, SMK Putra Indonesia Malang Luluskan Seratus Siswa dengan 11 Sertifikasi
dr. Era tak lupa memberikan pesan inspiratif kepada generasi muda.
"Teman-teman, waktu terbaik untuk menanam pohon yang pertama mungkin 10 tahun yang lalu, dan sekarang sudah berbuah. Tapi waktu terbaik untuk menanam pohon yang kedua adalah saat ini. Jangan takut dengan situasi apapun yang kita alami sekarang atau yang terjadi di masa lalu. Sekarang adalah bagaimana kita bisa mengelolanya menjadi lebih baik. Berhenti jadi korban. Mereka memang berpengaruh terhadap diri kita hari ini, tapi tentang bagaimana diri kita ke depan, itu adalah tanggung jawab kita.

Di akhir kegiatan, panitia secara resmi mengumumkan para pemenang dari masing-masing kategori kompetisi. Second Health Creative Video Competition tahun ini mempertandingkan dua kategori, yakni kategori video pendek dan kategori video panjang. Para juara berhasil terpilih setelah melalui proses penjurian yang ketat berdasarkan kreativitas, kedalaman pesan kesehatan mental, serta kesesuaian dengan tema besar kegiatan: "Know Your Type, Care Your Mind: MBTI Perspective and Mental Health".

Penyerahan penghargaan kepada para pemenang dilakukan langsung oleh dekan FK UNISMA sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi generasi muda dalam menyuarakan isu kesehatan mental melalui karya audiovisual.(Ali)
Editor : JTV Malang



















