JEMBER - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan berbagai pemangku kepentingan menggelar Festival Muharram x SAMARA 2026 di Alun-Alun Bondowoso.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Jawa 2026.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, SAMARA menjadi wadah penguatan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sekarkijang yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Advisor Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Donni Fajar Anugrah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, unsur Forkopimda, perbankan, akademisi, pondok pesantren, serta pelaku UMKM.
Bank Indonesia menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain didukung meningkatnya gaya hidup halal secara global, sektor ini juga dinilai memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Beragam kegiatan digelar dalam SAMARA 2026, mulai dari seminar nasional, pelatihan digitalisasi pesantren, pameran UMKM dan industri halal, business matching pembiayaan, tabligh akbar, hingga Gerakan Sadar Wakaf melalui SAMARA Run.
Sementara itu, kegiatan business matching menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar untuk mendukung pengembangan usaha para pelaku UMKM.
Pada program Gerakan Sadar Wakaf, sekitar 1.000 peserta SAMARA Run berhasil menghimpun wakaf hampir Rp76 juta yang akan disalurkan untuk program sumur pelosok, pendidikan pesantren dan madrasah, serta wakaf produktif berbasis pertanian.
Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 22 ribu orang selama pelaksanaan kegiatan. Hasilnya, sebanyak 90 UMKM berpartisipasi dalam pameran dan penjualan digital dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp900 juta.
Bank Indonesia berharap sinergi antar-pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Editor : JTV Jember



















