PONOROGO - Ribuan warga memadati kawasan Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, untuk menyaksikan Festival Balon Udara yang digelar pada Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Langit Ponorogo tampak semarak dengan ratusan balon udara beragam bentuk dan motif yang menghiasi udara. Sebanyak 44 peserta turut ambil bagian dalam festival ini, terdiri dari 20 peserta undangan asal Wonosobo dan sisanya dari berbagai wilayah di Ponorogo.
Festival ini diselenggarakan oleh Polres Ponorogo bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan untuk menekan maraknya penerbangan balon udara ilegal yang kerap terjadi saat momentum Lebaran.
Salah satu pengunjung, Teresia Putri, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan festival tersebut.
Baca Juga : Berkah Lebaran Ketupat, Pengrajin di Ponorogo Panen Ribuan Pesanan
“Bagus sekali, lebih aman dan tertata. Jadi masyarakat bisa menikmati tanpa khawatir bahaya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu peserta festival, Barno, yang menilai ajang ini menjadi wadah positif untuk menyalurkan kreativitas masyarakat.
“Dengan adanya festival seperti ini, kami bisa tetap melestarikan tradisi, tapi dengan cara yang lebih aman dan sesuai aturan,” katanya.
Baca Juga : Arus Balik Membludak, Ribuan Penumpang Padati Terminal Seloaji Ponorogo
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menyebut festival ini terbukti efektif dalam menekan angka penerbangan balon udara ilegal.
“Dengan adanya festival ini, angka balon udara ilegal bisa ditekan hingga sekitar 80 persen. Ini menjadi langkah preventif yang cukup efektif,” jelasnya.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar menerbangkan balon udara secara aman, tertib, dan sesuai regulasi.
Baca Juga : Warga Temukan Balon Udara 8 Meter Jatuh di Kebun Singkong, Polisi Langsung Amankan
Ke depan, festival balon udara ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan di Ponorogo. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Editor : JTV Madiun



















