MAGETAN - Meski fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir November 2026, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan sejak akhir Oktober. Menghadapi perubahan cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mulai mengalihkan fokus kesiapsiagaan dari ancaman kekeringan dan kebakaran lahan menuju potensi bencana hidrometeorologi.
Hujan yang disertai angin kencang bahkan telah menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan kerusakan rumah warga. Kondisi ini menjadi perhatian BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga cuaca ekstrem.
Kalaksa BPBD Magetan, Eka Radityo, menyampaikan bahwa perubahan kondisi cuaca perlu diantisipasi dengan langkah kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana. Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kondisi saluran air agar tidak tersumbat serta menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika terjadi angin kencang.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan apabila terjadi banjir, pohon tumbang, maupun dampak cuaca ekstrem lainnya kepada BPBD. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan meminimalkan risiko yang ditimbulkan.
Baca Juga : Banyak Drainase Tersumbat, Wali Kota Probolinggo Sidak Saluran Air Usai Hujan Deras
Editor : JTV Madiun























