Menu
Pencarian


Festival Musik Dug-Dug Probolinggo Pukau Ribuan Penonton, 300 Penari Suguhkan Tari Kolosal Sekar Bayuangga

Farid Fahlevi - Sabtu, 31 Oktober 2026 11:56
Festival Musik Dug-Dug Probolinggo Pukau Ribuan Penonton, 300 Penari Suguhkan Tari Kolosal Sekar Bayuangga
Kemeriahan musik dug-dug (foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Festival Musik Dug-Dug Kota Probolinggo berlangsung meriah di Stadion Bayuangga, Jumat (30/10/2026) malam. Perpaduan alunan musik tradisional, kemegahan kendaraan hias, dan gerakan tari kolosal sukses menyedot perhatian ribuan penonton.

Festival yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo tersebut diikuti 13 grup musik Dug-Dug dari lima kecamatan. Sebanyak lebih dari 400 pemusik turut ambil bagian untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan kesenian tradisional daerah.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya kendaraan hias yang memiliki ornamen dan karakter berbeda-beda. Mulai dari bentuk kepala naga, leak, hingga kuda, seluruhnya tampil dengan dekorasi yang menjadi ciri khas masing-masing grup.

Diiringi permainan gamelan, gendang, terompet, hingga drum berukuran besar yang terbuat dari tong, para peserta menyuguhkan pertunjukan musik yang dinamis. Perpaduan irama perkusi dan tampilan kendaraan hias tersebut menciptakan atraksi budaya yang menarik perhatian penonton.

Tidak hanya menonjolkan musik, festival ini juga menghadirkan pertunjukan tari kolosal Sekar Bayuangga yang melibatkan 300 penari dari berbagai sanggar seni.

Ratusan penari tampil serempak dengan gerakan yang dinamis. Penampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama sekaligus memperlihatkan kekayaan kreativitas seni masyarakat Kota Probolinggo.

Usai pertunjukan tari kolosal, setiap grup musik Dug-Dug secara bergantian menampilkan lagu dan gerakan tari andalan mereka di hadapan ribuan penonton.

Disdikbud Dorong Pelestarian Kesenian Tradisional



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk mengembangkan kreativitas.

Menurutnya, penampilan seluruh peserta menjadi kebanggaan tersendiri karena sanggar-sanggar seni mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat.

“Alhamdulillah, Festival Musik Dug-Dug berjalan lancar. Kami bangga karena seluruh sanggar seni yang terlibat bisa menampilkan kemampuan dan kreativitas terbaiknya. Melalui kegiatan ini, kami ingin kesenian tradisional Kota Probolinggo terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” ujar Setiorini.

Ia menjelaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan dengan menggelar pertunjukan. Pemerintah juga perlu memberikan pembinaan secara berkelanjutan agar sanggar seni mampu meningkatkan kualitas penampilan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Karena itu, Disdikbud Kota Probolinggo terus mendorong pembinaan, peningkatan kapasitas, serta fasilitasi bagi sanggar-sanggar seni.

“Kami terus mendorong pembinaan dan peningkatan kapasitas sanggar-sanggar seni. Harapannya, kesenian tradisional tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga bisa berkembang menjadi potensi ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Setiorini menambahkan, pengembangan budaya lokal juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai kegiatan, termasuk Mango Carnival.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang promosi kesenian daerah sehingga budaya Kota Probolinggo semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin budaya lokal Kota Probolinggo memiliki ruang yang lebih luas untuk dikenal. Karena itu, kami berupaya mengolaborasikan berbagai kegiatan budaya agar potensi seni daerah bisa semakin menonjol dan menarik perhatian masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, berbagai kegiatan budaya juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif apabila dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kesenian tradisional tidak hanya menjadi warisan yang dipertahankan, tetapi juga dapat membuka peluang bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan seni dan budaya.

Selain pelestarian budaya, keterlibatan generasi muda menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Festival Musik Dug-Dug. Perpaduan musik perkusi dan gerak tari memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menunjukkan bakat sekaligus mengasah kemampuan mereka.

Setiorini menilai, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk berlatih, berekspresi, dan tampil di hadapan masyarakat. Melalui kegiatan seperti festival, kemampuan mereka dapat terus berkembang.

“Kami rutin menggelar kegiatan seni seperti ini untuk memberikan ruang kepada generasi muda agar bisa berlatih, mengukur kemampuan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengenal budaya daerah, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam melestarikannya,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan seni yang melibatkan generasi muda dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memastikan kesenian tradisional tetap memiliki penerus.

“Kami ingin musik Dug-Dug dan kesenian tradisional lainnya tetap hidup, terus berkembang, dan dicintai generasi berikutnya. Selain menjadi warisan budaya, kesenian ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah,” pungkas Setiorini.

Apresiasi untuk 13 Grup Musik Dug-Dug

Festival Musik Dug-Dug tersebut juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada 17 Oktober 2026.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku seni yang turut menjaga kelestarian budaya daerah, Pemerintah Kota Probolinggo memberikan piagam penghargaan kepada 13 grup musik Dug-Dug yang berpartisipasi dalam festival.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap keberadaan kelompok seni tradisional yang selama ini berperan dalam menjaga dan mengembangkan kesenian khas Kota Probolinggo.

Melalui festival ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap musik Dug-Dug semakin dikenal masyarakat luas dan terus berkembang sebagai salah satu kekayaan budaya daerah.

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.