JAKARTA - Musisi rock Tanah Air, Candil, menghadirkan karya terbaru bernuansa religi melalui proyek spesial bertajuk "Sinyalturahmi Trilagu Ramadhan". Proyek ini menjadi upaya Candil untuk memberikan pendekatan berbeda dalam musik religi dengan memadukan berbagai genre dalam satu rangkaian cerita spiritual yang dirilis sepanjang bulan suci.
Dalam proyek ini, tiga lagu yang dihadirkan dirancang sebagai narasi musikal yang menggambarkan perjalanan manusia dalam menyambungkan kembali "sinyal" spiritual yang sempat terputus, baik dengan Tuhan maupun sesama manusia.
Konsep perjalanan batin ini dituangkan melalui tiga lagu dengan karakter musik yang kontras namun saling berkesinambungan:
- 'Yaa Ramadhan': Menjadi pembuka trilogi dengan nuansa pop rock yang energik. Lagu ini menonjolkan karakter vokal Candil yang kuat dan penuh semangat dalam menyambut datangnya bulan suci.
- 'Dengan MU': Bagian paling kontemplatif yang dibalut aransemen Rock Metal Philharmonic Orchestra. Nuansanya terasa megah dan dramatis, membawa pesan reflektif melalui lirik yang mendalam.
- 'Bermaafan Bersalaman': Sebagai penutup, lagu ini hadir dengan nuansa jazzy bossa orchestra yang hangat dan santai. Kehadiran harmoni vokal latar perempuan memperkuat pesan tentang pentingnya saling memaafkan sebagai makna kemenangan.
Produser musik proyek ini, Bubi Sutomo, menjelaskan bahwa trilogi ini memang sengaja dirancang untuk menghindari kesan lagu religi yang klise. "Kami mencoba menghadirkan eksplorasi aransemen yang luas. Karakter vokal Candil yang sangat kuat kami dorong menjadi pusat energi dari trilagu ini," ujar Bubi.
Candil sendiri menyebut proyek ini sebagai refleksi perjalanan pribadinya selama menjalani Ramadan. "Gue pengen Ramadhan tahun ini punya warna suara yang beda. Dari gahar, ke megah, lalu berakhir hangat. Ini perjalanan frekuensi spiritual gue yang gue sebut Sinyalturahmi," ungkap Candil.
Proyek musik ini juga mendapat dukungan dari Telkomsel. Pihak Telkomsel melihat adanya keselarasan antara pesan karya tersebut dengan semangat konektivitas yang ingin dibangun di tengah masyarakat selama bulan suci. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pesan kebersamaan dan refleksi spiritual dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia secara luas.
Dengan pendekatan yang lebih segar, Candil berharap musik religi dapat terus relevan dengan pendengar masa kini tanpa menghilangkan esensi pesan spiritual di dalamnya. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















