Menu
Pencarian


Efuoria Piala Dunia, Nasib Persemag Magetan Masih Jalan di Tempat

Portaljtv.com - Sabtu, 11 Juli 2026 13:48
Efuoria Piala Dunia, Nasib Persemag Magetan Masih Jalan di Tempat
Stadion Yosonegoro, Magetan

MAGETAN - Sorak sorai Piala Dunia menggema di mana-mana, membangkitkan kembali gairah masyarakat terhadap sepak bola. Namun di Magetan, euforia itu justru menyisakan satu pertanyaan besar: kapan Persemag bisa bangkit dan bersaing di level yang lebih tinggi?.

Di atas kertas, Magetan sebenarnya memiliki modal besar untuk membangun sepak bola yang kompetitif. Antusiasme suporter masih terjaga, talenta pemain muda terus bermunculan, dan Stadion Yosonegoro kini tampil lebih representatif untuk menggelar pertandingan resmi.

Namun kenyataannya, Persemag yang dikenal dengan julukan Laskar Macan Lawu masih belum mampu keluar dari kasta terbawah piramida kompetisi sepak bola Indonesia. Musim lalu, langkah Persemag terhenti di fase grup Liga 4 regional.

Ironisnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan catatan sejarah klub. Pada tahun 2000, Persemag pernah menorehkan prestasi terbaik dengan tampil di Divisi Utama, yang saat itu merupakan kasta kedua sepak bola Indonesia. Namun lebih dari dua dekade berlalu, Laskar Macan Lawu belum mampu mengulangi pencapaian tersebut dan kini masih berjuang di level terbawah kompetisi nasional.

Baca Juga :   Euforia Piala Dunia, Siswa SMKN 1 Jombang Kreatif Bikin Batik Tulis Bermotif Bola dan Trofi

Hasil tersebut menggambarkan bahwa tantangan yang dihadapi bukan hanya soal persaingan di atas lapangan. Ada sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dibenahi agar klub mampu berkembang secara berkelanjutan, mulai dari kompetisi yang semakin ketat, kualitas dan kedalaman skuad, hingga masalah paling mendasar yaitu kondisi keuangan klub. Keterbatasan anggaran membuat

Persemag umumnya hanya mengontrak pemain untuk satu musim kompetisi. Setelah kompetisi berakhir, skuad kembali terbubar dan proses pembangunan tim harus dimulai dari awal.

Kondisi ini membuat kontinuitas pembinaan dan kekuatan tim sulit terjaga, padahal dalam sepak bola modern, konsistensi menjadi kunci membangun prestasi jangka panjang.

Baca Juga :   Dwigol Lawan Austria, Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia

Idsak Prasetyo, penggiat sepak bola Magetan, mengatakan, "Dari kacamata awam ya memang sedikit ketertinggalan. Cuma ya harapannya semoga nanti di tahun ini jika ketua umum membentuk tim lagi, insyaallah nanti akan berjalan lagi. Tapi yang jelas, saya pribadi dan kami tim di sini fokusnya di tim 17."

Di tengah euforia Piala Dunia, harapan pun kembali mengemuka. Pecinta sepak bola Magetan berharap Persemag mendapat dukungan lebih besar, baik dari pemerintah, dunia usaha, maupun pihak lain, agar klub ini mampu tumbuh dengan pengelolaan yang lebih profesional.

Sebab pada akhirnya, stadion yang megah tidak akan bermakna tanpa prestasi di atas rumput hijaunya. Bagi masyarakat Magetan, kebangkitan Persemag bukan sekadar soal sepak bola, melainkan tentang kebanggaan daerah yang lama menanti momen bersaing di panggung nasional. (*)

Baca Juga :   Meksiko, AS, dan Jerman Pastikan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.