Gapasdap mendorong optimalisasi dermaga LCM (plengsengan) Pelabuhan Ketapang. Gapasdap menyebut, dermaga LCM bisa diperluas melalui penyatuan area dermaga dengan konstruksi cor beton. Dengan perluasan plengsengan, dermaga LCM dapat digunakan untuk melayani bongkar muat empat kapal LCT sekaligus. Saat ini, dermaga LCM hanya bisa digunakan bersandar 3 kapal saja.
Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim, mengatakan, perluasan dermaga LCM ini akan menggantikan dermaga Bulusan yang saat ini tidak bisa difungsikan karena dua fender roboh ke laut dan memerlukan perbaikan. Saat masih bisa dioperasikan, dermaga Bulusan berpasangan dengan dermaga LCM 4 Gilimanuk.
"Jika dermaga LCM diperluas dengan konstruksi cor, jumlah kapal LCT yang dapat dilayani bertambah dari 9 kapal menjadi 13 kapal dengan sekaligus 4 kapal bisa sandar melakukan pemuatan sebagai solusi jangka pendek pengganti sementara Dermaga Bulusan," jelasnya, Minggu, (6 September 2026).
Dijelaskannya, perluasan dermaga LCM ini sangat penting, agar jumlah kapal LCT yang beroperasi bisa bertambah. Saat ini ada tiga dermaga LCM yang eksisting. Masing-masing pasangan dermaga bisa melayani tiga kapal. Jika ditambah satu dermaga lagi di LCM maka akan menambah 4 kapal LCT yang beroperasi.

Nurjatim menegaskan, persoalan kemacetan di jalur Pelabuhan Ketapang bukan karena kurangnya jumlah kapal penyeberangan. Pemicu kemacetan adalah kurangnya infrastruktur dermaga di lintasan yang menghubungkan Jawa dengan Bali itu.
Oleh karena itu, jika pemangku kepentingan setuju untuk memperluas dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Gapasdap siap menalangi anggarannya. Perluasan dermaga LCM dengan konstruksi cor, kata Nurjatim, diperkirakan menelan biaya sekitar Rp400 juta.
"Kami dari Gapasdap Banyuwangi siap menalangi anggaran tersebut, agar operasional penyeberangan bisa berjalan lancar," tegasnya.
Dijelaskannya, saat ini terdapat 56 armada kapal di lintas Ketapang–Gilimanuk. Dalam kondisi normal, kapal beroperasi sekitar 28-32 kapal setiap harinya. Namun, kemampuan operasi turun menjadi sekitar 23 kapal karena dua dermaga sedang dalam peningkatan kapasitas yakni dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang dan Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk sekaligus dermaga bulusan yang tidak bisa difungsikan prasarana saat ini belum mendukung untuk keselamatan kapal untuk sandar.
"Jadi kembali kami tegaskan, lintasan Ketapang-Gilimanuk ini bukan kekurangan kapal (jumlah kapal sudah lebih dari cukup) tetapi jelas faktor kurangnya dermaga, jumlah kapal eksisting yang sebanyak 56 kapal itu namun yang bisa melayani operasi hanya 40%nya saja.
Kapal banyak tapi tempat sandarnya tidak ada." ujarnya.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















