BANYUWANGI - Kampung Sawahan dan Gedangan di Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi dilakukan pengasapan (fogging) menyusul puluhan warganya terjangkit penyakit chikungunya. Pengasapan dilakukan Puskesmas Desa Kebaman dibantu pemerintah desa setempat, Jumat (07/2/2025).
Kepala Dusun Krajan, Desa Kebaman, Ronny Mirza Halimi mengatakan pengasapan menyasar lingkungan di RT 01,02, dan 03 RW 06. Seluruh warga diminta keluar ketika pengasapan berlangsung.
"Fogging oleh petugas puskesmas dimulai sejak pukul 05.30 WIB. Menyasar kurang lebih 100 rumah di kampung Gedangan dan Sawahan," kata Ronny, Jumat (07/2/2025).
Ronny membenarkan pengasapan dilakukan menyusul temuan warganya terjangkit chikungunya. Lalau dilakukan pengasapan di dua kampung tersebut guna memutus mata rantai penyebarannya.
Saat pengasapan berlangsung, Ronny meminta warganya keluar dari dalam rumah. Serta menutup rapat sumber makanan di dalam rumah.
"Kami minta untuk menutup rapat makanan dan pintu ditutup rapat saat pengasapan selesai dilakukan. Setelah itu baru bisa dimasuki setelah dua jam," terangnya.
Selepas pengasapan warga diminta untuk membersihkan lingkungan rumahnya. Mengingat asap hanya membunuh nyamuk dewasa saja.
"Maka dilakukan giat bersih lingkungan atau kerja bakti setelah fogging tuntas dilakukan pagi ini. Setelah itu dilakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," tambah Ronny.
Total sudah ada 27 kasus warga yang terjangkit chikungunya sejak Januari hingga Februari 2025. Jumlah tersebut berasal dari dua wilayah, Desa Kebaman dan Sukonatar.
"Total sudah ada 27 kasus warga yang terjangkit chikungunya. Desa Kebaman 17 kasus dan Sukonatar 10 warga," ujar Plt. Kepala Puskesmas Desa Kebaman Bambang Hermono.
Selain penyakit chikungunya, dilaporkan 5 kasus demam berdarah yang menjangkiti warga. Dari seluruh kasus chikungunya dan DBD yang dilaporkan, Bambang memastikan warga yang terjangkit chikungunya sudah ditangani dengan baik oleh puskesmas maupun dinas kesehatan.
Bambang mengimbau kepada masyarakat untuk lebih masif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Serta menerapkan prinsip 3M plus.
"Sekarang ini sudah memasuki musim penghujan. Kalau kita lalai, nanti ada wadah-wadah yang bisa menampung air ketika hujan. Maka itu, kita tetap harus menerapkan 3M Plus. Itu yang harus tetap dilaksanakan," ujarnya.
Dhany Eka
Editor : JTV Banyuwangi