TULUNGAGUNG - Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, mengakibatkan dua titik akses jalan antar desa mengalami longsor. Salah satunya bahkan putus total, mengganggu mobilitas warga dan menghentikan sementara pekerjaan pembangunan plengsengan.
Bencana tanah longsor pertama terjadi di Dusun Sukorejo, Desa Tugu, Kecamatan Sendang. Material tanah yang ambruk menutupi seluruh badan jalan, sehingga memutus total akses penghubung antara Desa Tugu dan Desa Nyawangan.
Menurut keterangan warga, longsor terjadi dua kali dalam dua hari berturut-turut, yaitu pada Senin dan Selasa sore, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Akibatnya, pekerjaan pembangunan plengsengan terpaksa dihentikan untuk menghindari risiko longsor susulan. Alat berat juga belum dapat dioperasikan karena tanah masih terus bergerak, sehingga membutuhkan penanganan manual.
Baca Juga : Hujan Deras Jalan Antar Kecamatan Longsor
Longsor kedua terjadi di Dusun Sumberingin, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang. Material tanah sepanjang sekitar sepuluh meter longsor akibat tergerus arus sungai di bawah jalan. Akibatnya, badan jalan hanya tersisa kurang dari dua meter dan tidak bisa dilalui kendaraan besar.
Pihak kepolisian bersama Koramil dan perangkat desa telah meninjau lokasi serta berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung untuk penanganan lanjutan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas, terutama ketika hujan turun. Untuk sementara, warga Desa Tugu dan Nyawangan harus memutar melalui jalur utama yang lebih jauh. Sementara itu, kendaraan roda dua masih dapat melintas melalui jalur alternatif kecil di sekitar lokasi kejadian. (Agus Bondan & Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri




















