BLITAR - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada harga berbagai produk impor. Tak hanya kebutuhan pokok, harga spare part dan aksesori sepeda motor juga ikut melambung.
Kenaikan harga tersebut dirasakan para pelaku usaha spare part motor di Kabupaten Blitar. Salah satunya di Kecamatan Garum, tempat sejumlah aksesori motor impor kini dijual lebih mahal dibanding beberapa bulan lalu.
Pemilik toko spare part motor, Andri Siswanto, mengatakan kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri. Saat itu, harga bahan plastik di pasaran mengalami kenaikan dan memengaruhi harga produk spare part.
Namun kondisi semakin berat setelah nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Produk-produk impor yang bergantung pada kurs dolar otomatis ikut terkerek naik.
“Harga aksesori sekarang rata-rata naik sampai 20 persen,” ujarnya.
Meski demikian, Andri mengaku usahanya masih bisa bertahan karena memiliki pelanggan tetap yang sudah lama berlangganan di tokonya. Kenaikan harga belum terlalu memengaruhi penjualan secara signifikan.
Menurutnya, konsumen yang memang hobi modifikasi motor tetap membeli kebutuhan spare part meski harga naik. Hanya saja, beberapa pelanggan mulai mengurangi jumlah pembelian.
Andri berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah agar harga produk impor tidak terus merangkak naik.
“Kalau dolar terus naik, otomatis harga barang juga ikut naik. Semoga rupiah bisa kembali stabil,” katanya.
Kenaikan kurs dolar belakangan ini memang mulai berdampak pada berbagai sektor usaha yang bergantung pada produk impor, termasuk industri aksesori dan spare part kendaraan bermotor. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















