GRESIK - Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (KKP RI) bersama Pupuk Indonesia baru saja menggelar sosialisasi pupuk bersubsidi khusus sektor perikanan di UD Sahabat Petani, Desa Ketapang, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik, Jum'at (6/2/2026).
Kegiatan disambut antusias oleh puluhan pembudi daya ikan dan udang yang selama ini menantikan kemudahan akses pupuk. Petani tambak di Kabupaten Gresik berbondong-bondong menebus pupuk bersubsidi yang disalurkan oleh Pupuk Indonesia.
Manager Wilayah Jawa Timur 1 Pupuk Indonesia, Sutikno Wahyu Dimas Adi Prakoso mengatakan, hadirnya pupuk bersubsidi di Kabupaten Gresik berdasarkan SK Dinas Perikanan.
"Di Gresik ini alhamdulilah dilaksanakan penebusan pupuk secara bersama petambak diujicobakan satu titik, Desa Ketapang Lor Ujungpangkah," ujarnya.
Baca Juga : Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Budidaya Lobster Milik Balad Group di Kangean Madura
Pria yang akrab disapa Dimas ini menambahkan, alokasi pupuk sektor perikanan sudah tersedia dan tinggal ditebus.
"Kami menyediakan sejumlah pupuk buat petani tambak. Pupuk Urea ada 4.721 ton, Pupuk SP 36 4.596 ton, dan pupuk organik 506 ton,” terangnya.
Terkait penebusan, Dimas menjelaskan sangat mudah petani tambak tinggal membawa identitas diri (KTP).
"Data tersebut akan dimasukkan ke dalam dokumen Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementrian Kelahiran dan Perikanan (KKP). Nanti akan muncul jatah pupuk selama satu tahun yang akan ditebus petani tambak," terangnya.
Untuk menebus pupuk bersubsidi ini, petani tambak cukup membayar Rp 90 ribu per sak. Pupuk Indonesia juga menjamin bila stok pupuk untuk sektor perikanan tersedia aman, sehingga petambak tak perlu khawatir soal kelangkaan saat musim tanam tiba.

Hadirnya pupuk bersubsidi ini disambut antusias petambak. Tingginya antusiasme petani tambak ini lantaran bersamaan dengan masa budidaya tambak bandeng dan udang, yang membutuhkan pupuk untuk menjaga kualitas air dan produktivitas tambak.
"Alhamdulillah saya mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan Pupuk Indonesia. Dengan adanya pupuk ini optimis hasil yang bisa maksimal,” ujar Nur Khamid (60) petani tambak setempat.
Nur Khamid menilai pupuk bersubsidi ini sangat membantu karena bisa menghasilkan panen budidaya ikan dengan ukuran yang besar.
Penebusan pupuk bersubsidi di Kabupaten Gresik ini kedua setelah Lamongan tahun lalu. Rencananya, sosialisasi akan dilanjutkan ke daerah lain di Jawa Timur. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















