PROBOLINGGO - Banjir melanda Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2/2026). Genangan air setinggi 1 hingga 1,5 meter merendam ratusan rumah serta sejumlah bangunan di sepanjang Jalur Pantura Probolinggo - Situbondo, khususnya di Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan.
Genangan air di badan jalan hampir menutup median sehingga arus lalu lintas tersendat dan diberlakukan sistem buka-tutup oleh petugas. Kendaraan hanya dapat melintas di satu ruas jalan, karena jalur sisi selatan terendam banjir cukup tinggi.
Sementara di dalam kampung, ketinggian banjir sudah mencapai leher orang dewasa.
"Banjirnya parah ini. Yang di dalam sudah sampai sini," ujar salah satu warga terdampak sambil meletakkan tangannya di leher, menggambarkan ketinggian air yang mencapai leher orang dewasa.
Ahmad, warga Kampung Madura, Kelurahan Kraksaan Wetan, mengatakan air datang secara tiba-tiba dengan arus deras sehingga warga tidak sempat menyelamatkan seluruh barang berharga dari dalam rumah. Derasnya arus bahkan merusak sebuah bangunan selep padi.
"Ada bangunan selep padi yang roboh. Kalau rumah, kami belum bisa memastikan," ujarnya.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, dibantu TNI dan Polri, segera melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Puluhan warga, terutama lansia, perempuan, dan anak-anak, dievakuasi dari rumah yang terendam. Sebagian warga mengungsi sementara di emper-emper toko sepanjang jalur Pantura Kraksaan karena kondisi masih darurat.
Banjir besar ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Argopuro selama lebih dari lima jam, menyebabkan sungai meluap dan air mengalir ke permukiman serta jalan nasional. Lima Kecamatan terdampak, yakni Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton, dan Gading.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan penanganan darurat terus dilakukan. Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan pemerintah daerah fokus pada evakuasi dan pemulihan dampak banjir.
“Kami terus berupaya mengevakuasi warga terdampak dan memulihkan kondisi infrastruktur yang rusak akibat banjir. Kami lihat nanti jika banjir sudah surut,” ujar Ugas saat meninjau lokasi banjir. (*)
Editor : A. Ramadhan



















