Menu
Pencarian


Banjir Rendam 5 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Warga Sebut Terbesar Sepanjang 2026

Farid Fahlevi - Minggu, 22 Februari 2026 10:09
Banjir Rendam 5 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Warga Sebut Terbesar Sepanjang 2026
Tim penyelamat mengevakuasi warga menggunakan perahu karet di tengah banjir yang merendam permukiman di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Banjir merendam lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2/2026) dinihari. Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Argopuro selama lebih dari lima jam menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Lima kecamatan terdampak yakni Kecamatan Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton, dan Gading. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 1 hingga 1,5 meter, merendam ratusan rumah warga serta memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Fathul Arifin, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, mengaku banjir kali ini merupakan yang terbesar sepanjang hidupnya. Ia menuturkan, air mulai masuk ke permukiman warga sesaat setelah shalat tarawih.

Banjir terjadi setelah shalat tarawih. Ini banjir yang terbesar yang saya alami selama ini. Sekarang semua rumah di Desa Sidomukti kemasukan air,” ujarnya.

Baca Juga :   Truk Trailer Rem Blong Tabrak Antrean Kendaraan di Probolinggo, 4 Sekeluarga Tewas

Fathul juga menyebut, banjir yang terjadi kali ini merupakan yang ketiga sepanjang awal tahun 2026.

“Awal tahun 2026 ini banjir yang ketiga. Bulan Januari dua kali, sekarang yang ketiga. Air datang mendadak sehingga perabot rumah tangga milik saya tidak terselamatkan,” kata Fathul.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama personel TNI dan Polri melakukan evakuasi terhadap warga terdampak. 

Baca Juga :   Longsor 20 Meter, Akses Air Terjun Madakaripura Putus Total

Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggoo, Oemar Sjarif menegaskan, prioritas penanganan petugas adalah menyelamatkan warga.

“Saat ini kami, BPBD, TNI, Polri dan Relawan fokus evakuasi, terutama pada lansia, wanita dan anak-anak atau yang sedang sakit,” ujarnya.

Oemar Sjarif menambahkan, banjir dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu kawasan pegunungan Argopuro yang mengakibatkan debit air sungai meningkat drastis dan tidak mampu lagi ditampung aliran sungai. Hingga Minggu siang, petugas masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak dan memastikan kondisi warga dalam keadaan aman. (*)

Baca Juga :   Jelang Lebaran, Dua Sapi Limousin Warga Leces Hilang Dicuri

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.