Menu
Pencarian


Disensus Bupati Ipuk, Ajak Warga Banyuwangi Beri Data Ekonomi dengan Jujur

JTV Banyuwangi - Rabu, 24 Juni 2026 18:35
Disensus Bupati Ipuk, Ajak Warga Banyuwangi Beri Data Ekonomi dengan Jujur
Abdus Salam menegaskan bahwa data tidak berhubungan dengan pajak dan menghimbau keterbukaan dari warga.

Sensus Ekonomi 2026 resmi diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus Ekonomi bakal menyasar rumah tangga, tak ketinggalan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga pendataan yang dilakukan BPS.

Pendataan dilakukan di kediaman Bupati Ipuk di Jl. Tunggul Ametung, Banyuwangi Rabu (24 Juni 2026). Dalam proses pendataan itu, petugas turut didampingi langsung oleh Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam.

Ipuk mengatakan, ia sudah menyampaikan data-data kepada petugas sensus ekonomi dari data yang diminta petugas. Menurut dia, sensus ekonomi merupakan upaya pemerintah memperoleh gambaran kondisi ekonomi masyarakat secara lebih akurat.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah disensus oleh BPS. Petugas menanyakan apa yang ada di dalam rumah, terutama dari sisi ekonomi rumah tangga,” kata Ipuk.

Baca Juga :   Cerdas Investasi 2026 Resmi Dimulai, Generasi Muda Ditantang Cuan Di Tengah Badai Global

Menurut Ipuk, hasil sensus ini akan menunjukkan tingkat perekonomian setiap rumah tangga, termasuk juga nantinya sektor peta apa saja yang bergerak di daerah.

“Data yang diperoleh akan mencerminkan keadaan ekonomi masyarakat, yang nantinya bisa menjadi bahan intervensi berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Ipuk.

Baca Juga :   UMKM Tanpa HKI: Usaha Kecil, Risiko Besar Mengintai

Untuk itu, Ipuk mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan keterangan saat petugas BPS melakukan pendataan. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan data ekonomi terus diperbarui sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran.

"Data yang akurat tidak hanya membantu pemerintah memetakan kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini diperlukan agar pemkab mengetahui peta ekonomi Banyuwangi dan bagaimana pergerakannya. Sehingga kami bisa mengambil kebijakan dengan tepat untuk lebih menggerakkan perekonomian di daerah," kata Ipuk.

Baca Juga :   Ledakan Wisata Lebaran 2026, Ekonomi Jawa Timur Diprediksi Melonjak

Sementara itu, Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam mengatakan, Sensus Ekonomi Tahun 2026 ditujukan terhadap pendataan seluruh rumah tangga di Banyuwangi. Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Banyuwangi melibatkan sekitar 1.953 petugas. Pendataan telah dimulai sejak 17 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026. Ia mengimbau kepada masyarakat Banyuwangi agar terbuka menerima petugas sensus ekonomi serta memberikan jawaban sejujur-jujurnya.

Sensus ini akan memotret ekonomi warga Banyuwangi, dan ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk membuat kebijakan yang tepat bagi masyarakat. Contohnya adalah program KUR yang lahir dari sensus ekonomi sebelumnya setelah mengetahui potret ekonomi Indonesia yang didominasi UMKM,” jelas Abdus Salam.

Abdus Salam memastikan sensus ekonomi tidak akan berpengaruh pada pajak masyarakat yang disensus.

Baca Juga :   KDMP Jatim Disorot Politikus: Ambisi Besar, Realisasi Masih Jadi Tantangan

“Mohon terima petugas dengan baik, isi jawaban dengan benar. Dan yang penting, data rahasia yang disampaikan tidak ada kaitan dengan pajak. Sampai saat ini belum ada laporan terkait penolakan dari warga,” kata Abdus Salam.

Handoko Khusumo

Editor : JTV Banyuwangi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.