GRESIK - Bencana banjir yang disebabkan luapan Sungai Kalilamong di Kabupaten Gresik, pekan lalu, meninggalkan kerugian besar. Selain merendam ratusan rumah, fasilitas umum, dan persawahan di Gresik Selatan, banjir ini juga memicu kritik dari warga terkait perawatan saluran air.
Warga terdampak menilai parahnya dampak banjir, termasuk jebolnya belasan tanggul, salah satunya disebabkan oleh kurangnya normalisasi atau perawatan irigasi.
"Kami terus-menerus mengalami banjir setiap tahun. Kami mengusulkan kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas PUTR, untuk menormalisasi saluran irigasi di Desa Gadingwatu," ujar Hariyono, Ketua RW 09 yang juga warga terdampak, pada Jumat (5/12/2025).
Menurut Hariyono, normalisasi irigasi di sepanjang anak Sungai Kalilamong belum dilakukan secara merata. Ia menyebut pengerukan sudah dilakukan di sebagian area dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yakni dari Desa Mojotengah hingga Desa Peranti. Namun, bagian anak sungai dari Desa Gadingwatu ke hilir dilaporkan belum tersentuh penanganan.
Baca Juga : Alami Penyempitan Ekstrem, BPBD Banyuwangi Lakukan Normalisasi Sungai Bagong
"Itu yang menjadi kendala. Perlu ada pengawalan agar alat berat bisa menjangkau lokasi tersebut," jelasnya.
Selain itu, Hariyono juga menyoroti titik-titik aliran air dari Desa Katimoho ke Dusun Talun. Ia menduga banjir terjadi karena saluran air yang menyempit dan tanggul yang kurang kokoh. Hal ini menyebabkan air meluap ke persawahan, lalu merembet ke Dusun Talun dan Perumahan Oma Indah.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Ubaidillah, mengakui bahwa normalisasi sungai memang belum merata.
Baca Juga : 54 Bangunan Liar di Kalianak yang Hendak Dibongkar Diberi Tanda Silang
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan normalisasi irigasi.
"Kami akui memang belum secara menyeluruh, tetapi akan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Ini untuk menambah dan memperlancar aliran air," kata Ubaidillah.
Ia menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan upaya normalisasi berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan untuk kegiatan berikutnya.(*)
Editor : M Fakhrurrozi



















