Akhir April, perfilman Indonesia kembali akan menyuguhkan tayangan bergenre aksi dan thriller berjudul Ikatan Darah. Diproduseri oleh aktor laga ternama, Iko Uwais dan disutradarai oleh Sidharta Tata, film ini mengisahkan hubungan kakak-beradik yang harus bertahan dari ancaman kelompok gangster.
Mengisahkan Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet silat, yang berusaha menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero). Bilal terjerat masalah besar setelah terlibat dalam kasus pembunuhan tidak sengaja serta utang dengan kelompok gangster yang dipimpin oleh Primbon, diperankan Teuku Rifnu Wikana.
Situasi semakin menegangkan ketika keduanya terjebak di sebuah kampung yang telah dikepung oleh anak buah gangster. Dalam kondisi tersebut, Mega harus mengandalkan kemampuan bela diri yang dimilikinya untuk melindungi diri dan kakaknya dari serangan yang datang bertubi-tubi.
Ciri khas produksi Iko Uwais terlihat jelas dalam film ini. Seperti karya sebelumnya, film ini menampilkan aksi laga khas Indonesia, pertarungan tangan kosong dan senjata tradisional dengan latar perkampungan padat penduduk.
Selain Livi Ciananta dan Derby Romero, film ini juga dibintangi oleh Dimas Anggara dan Lydia Kandou yang turut memperkuat alur cerita.
Sebelum tayang di dalam negeri, Ikatan Darah telah lebih dulu diperkenalkan di kancah internasional. Film Ikatan Darah tercatat sebagai salah satu delegasi film Indonesia dalam ajang Marché du Film Cannes 2025, yang menjadi salah satu pasar film terbesar di dunia.
Film ini kemudian melakukan pemutaran perdana dalam ajang Fantastic Fest 2025, salah satu festival film genre terbesar di dunia.
Tak hanya itu, film ini juga memperoleh penghargaan Best Production Design dalam ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2025. Pencapaian tersebut menjadi pengakuan terhadap kualitas tata artistik yang dihadirkan dalam film.
Dukungan juga datang dari sejumlah pelaku industri film internasional. Aktor Max Metino serta koreografer aksi Prateek Parmar memberikan apresiasi terhadap film ini melalui media sosial, termasuk terhadap penampilan para pemainnya. Prateek menyebut penampilan Livi Ciananta menarik perhatian dan ia mengaku menantikan hasil akhirnya secara utuh.
Dengan mengangkat tema aksi bertahan hidup dan hubungan keluarga di tengah tekanan, film ini menghadirkan perpaduan antara adegan laga, konflik emosional, serta latar lokal yang menjadi bagian dari cerita. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















