Seorang buruh migran asal Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, meninggal dunia di Malaysia. Korban diketahui berinisial NL 48 tahun, diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena tidak diizinkan pulang oleh majikannya.
Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana mengatakan, jenazah Nurul tiba di rumah duka pada Sabtu (21 Februari 2026) pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, peti jenazah mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB.
“Jenazah diantar ke rumah duka menggunakan mobil ambulans PMI Banyuwangi dengan pendampingan dua orang dari Disnaker Kabupaten Banyuwangi," kata Putu, Senin (23 Februari 2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, korban bekerja di Malaysia sejak tahun 2022. Ia dikontrak selama lima tahun, tahun 2026 ini sedianya kontraknya berakhir.
Baca Juga : Diduga Bunuh Diri, Warga Banyuwangi Meninggal di Malaysia

Namun saat masa kontraknya berakhir, korban disebut tidak diizinkan pulang oleh majikannya. Menurut informasi yang diterima keluarga, kondisi tersebut membuat korban mengalami depresi sejak sekitar setahun terakhir hingga akhirnya diduga melakukan bunuh diri.
"Sehingga mengakibatkan depresi atau stres sejak setahun lalu dan melakukan tindakan bunuh diri dengan cara gantung diri," terang Putu.
Kapolsek menambahkan, pihaknya hanya melakukan pencatatan laporan penerimaan jenazah sebagai prosedur administratif karena korban merupakan warga Kecamatan Cluring.

Keterangan detail terkait waktu pasti kejadian tidak diketahui secara rinci. Keluarga hanya menerima informasi terbatas dari pihak kepolisian Malaysia.
Setelah tiba di rumah duka, jenazah Nurul Lailiah langsung dimakamkan pada Minggu (22 Februari 2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















