LUMAJANG - Seorang ibu rumah tangga berusia 55 tahun bernama Sunariya, warga Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, nekat mengakhiri hidup dengan melompat ke Sungai Bondoyudo pada Jumat (13/12) siang. Diduga, tindakan tersebut dipicu oleh persoalan keluarga yang terjadi sebelumnya. Hingga Jumat sore, pencarian korban oleh petugas belum membuahkan hasil.
Menurut keterangan perangkat desa setempat, Sunariya diduga mengalami konflik dengan suaminya yang bermula dari masalah sepele.
"Masalah sepele membuat ngobong laran di rumahnya yang membuat suaminya tapi kurang cocok oleh istrinya akhirnya cekcok. Setelah itu suaminya yasinan, sang istri keluar semalaman tidak pulang, mereka bingung mencari," ungkap Mistarum, perangkat Desa Yosowilangun Lor.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setelah ada laporan dari seseorang yang melihat Sunariya sengaja melompat ke sungai. Petugas BPBD Kabupaten Lumajang segera dikerahkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Baca Juga : Edarkan Narkoba, Ibu Rumah Tangga di Ngawi Diamankan dengan 20 Gram Sabu-Sabu
"Kami BPBD Kabupaten Lumajang mendapatkan laporan warga Yosowilangun Lor yang terbawa arus Sungai Bondoyudo. Kita menggerakkan sekitar 20 personil BPBD dan nanti akan dibantu Basarnas Pos Jember. Saat ini kita turunkan 2 unit perahu karet untuk penanganan awal," jelas Dwi Nur Cahyo, Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang.
Pencarian korban dilakukan dengan menyisir lokasi hingga radius 7 kilometer dari tempat korban dilaporkan menceburkan diri. Hingga Jumat sore, keberadaan korban belum ditemukan.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Diharapkan upaya pencarian yang melibatkan BPBD dan Basarnas segera membuahkan hasil. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap potensi konflik keluarga yang dapat berujung pada tindakan nekat. (Yongki Nugroho/Dhelfia Ayu)
Baca Juga : Ibu Rumah Tangga di Surabaya Jadi Korban Penipuan Properti, Uang Rp 120 Juta Raib
Editor : Iwan Iwe