JEMBER - Warga Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, menerobos derasnya banjir lahar di Sungai Regoyo. Mereka nekat melintas karena tidak ada akses lain. Meskipun berbahaya, warga tetap menerobos demi melanjutkan aktivitas.
Sementara itu, tingginya debit air juga terlihat di jembatan limpasan penghubung antarkecamatan Pasirian dan Tempursari, tepatnya di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang.
Meski tampak ekstrem, warga tetap nekat melintas demi mobilitas. Banjir lahar terjadi setelah kawasan Gunung Semeru diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau warga untuk selalu waspada dan menjaga keselamatan karena aliran banjir lahar cukup deras dan membahayakan.
Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan banjir lahar terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal mencapai 15 milimeter. Petugas mengimbau warga di kaki Semeru untuk mewaspadai banjir lahar susulan mengingat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Editor : JTV Jember



















