Menu
Pencarian


Demo Delapan Mahasiswa Dikawal 150 Petugas Keamanan

Farid Fahlevi - Senin, 29 Juni 2026 19:12
Demo Delapan Mahasiswa Dikawal 150 Petugas Keamanan
Delapan mahasiswa GMNI menggelar aksi di depan Kantor Wali Kota Probolinggo dengan pengamanan 150 personel gabungan. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Aksi unjuk rasa delapan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Probolinggo di depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (29/6/2026) sore, mendapat pengamanan dari 150 personel gabungan. Personel yang diterjunkan berasal dari Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan.

Meski jumlahnya segelintir, mahasiswa tetap menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi dan poster yang dibawa. Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM non subsidi serta meminta tindakan tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah. Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan pengangguran dan banjir yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Probolinggo.

Koordinator Lapangan Aksi, Diki Wahyudi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.

"Kami meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM non subsidi karena dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami juga meminta SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran diberi sanksi tegas agar tidak merugikan masyarakat," ujar Diki.

Menurut Diki, pemerintah daerah juga perlu serius menyelesaikan persoalan pengangguran dan banjir yang masih terjadi di Kota Probolinggo.

"Masih banyak persoalan yang perlu segera diselesaikan. Pengangguran masih tinggi, banjir juga masih menjadi pekerjaan rumah. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir memberikan solusi," katanya.

Para mahasiswa kemudian diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan bersama Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng. Dalam pertemuan tersebut, Budiono menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota sedang menjalankan tugas di luar daerah sehingga tidak dapat menemui langsung para demonstran. 

"Kami mohon maaf karena Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota sedang ada agenda dinas luar. Namun seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami teruskan kepada beliau untuk menjadi perhatian," ujar Budiono.

Diki mengapresiasi pemerintah kota dan DPRD yang bersedia menerima aspirasi mahasiswa. Ia berharap tuntutan yang disampaikan tidak berhenti pada audiensi, tetapi mendapat tindak lanjut.

"Kami mengapresiasi Sekda dan Wakil Ketua DPRD yang bersedia menerima kami. Harapan kami, aspirasi ini tidak berhenti di ruang audiensi saja, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat," tambahnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Probolinggo Kota Kompol Dwi Sucahyo mengatakan pengamanan dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan aksi berlangsung aman dan tertib.

"Walaupun peserta aksi hanya delapan orang, kami tetap menyiagakan 150 personel gabungan. Tujuannya agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan," jelas Kompol Dwi.

Selain personel, polisi juga menyiagakan kendaraan taktis water cannon serta perlengkapan pengendalian massa berupa tameng dan helm di sekitar lokasi aksi.

Aksi berlangsung damai hingga selesai. Mahasiswa menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka belum mendapat tindak lanjut dari pemerintah. (*)

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.