SURABAYA - Dalam Debat Publik Pilbup Mojokerto 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Mojokerto di Studio JTV, Sabtu (2/11), kedua pasangan calon, yaitu Ikfina Fahmawati-Sa’dulloh Syarofi (Paslon 01) dan Muhammad Al Barra-Muhammad Rizal Oktavian (Paslon 02), berbagi pandangan tentang strategi dan visi mereka untuk memajukan Kabupaten Mojokerto. Debat yang berlangsung lancar ini menampilkan lima panelis yang terdiri dari akademisi, perwakilan media, dan ahli publik.
Saat debat, kedua paslon saling beradu gagasan, program kerja dan solusi, masing-masing paslon menyampaikan visi-misi. Kedua paslon berkomitmen untuk memajukan Kabupaten Mojokerto lima tahun kedepan jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto 2024-2029.
Setelah menyampaikan visi-misi, kedua paslon diberikan kesempatan penajaman visi-misi dengan menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan oleh tim penelis. Kedua paslon juga diberikan kesempatan untuk tanya jawab antar paslon yang disertai tanggapan dan sanggahan.
Usai debat berakhir, Ikfina Fahmawati menilai tema debat ini sangat penting karena menekankan pada strategi. Ia mengungkapkan harapannya agar diskusi dalam debat lebih mengarah pada langkah konkret untuk kemajuan Kabupaten Mojokerto, khususnya dalam pengembangan sektor industri pengolahan yang dapat melibatkan hasil pertanian lokal.
Baca Juga : KPU Magetan Siapkan Rp 403 Juta untuk Pemungutan Suara Ulang di Empat TPS
“Yang dibutuhkan ini adalah kecepatan dan kemampuan melihat potensi serta kondisi di sekitar,” ujar Ikfina. Ia menyebutkan pentingnya kolaborasi antara sektor pertanian dan industri pengolahan kecil agar ekonomi lokal semakin kuat dan merata.
Di sisi lain, Muhammad Al Barra menyampaikan bahwa debat kali ini cukup menarik dan mengapresiasi tema yang diangkat mengenai strategi dan tantangan pembangunan Kabupaten Mojokerto.
“Alhamdulillah, menurut kami, kami sudah bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh panelis, baik oleh Paslon 01,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen Paslon 02 untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Mojokerto.
Baca Juga : Jelang PSU di Magetan, BAWASLU Terima Sejumlah Laporan Dugaan Pelanggaran
Para panelis, termasuk perwakilan dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim dan akademisi dari berbagai universitas, turut memberikan pertanyaan mendalam yang menguji pemahaman dan kesiapan para calon dalam memimpin Kabupaten Mojokerto ke depan.
Debat ini menjadi ajang bagi kedua paslon untuk menunjukkan visi misi mereka di hadapan masyarakat, dengan harapan publik dapat lebih memahami program kerja yang ditawarkan setiap paslon. (*)
Baca Juga : Jelang PSU, Bawaslu Magetan Lantik 9 Anggota PANWASCAM di 3 Kecamatan
Editor : Iwan Iwe