MAGETAN - Persoalan yang dihadapi peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak hanya berkaitan dengan harga dan penyerapan telur. Pemerintah daerah menyebut hingga kini belum tersedia sistem data produksi peternakan yang benar-benar terintegrasi, mulai dari jumlah produksi, peredaran telur, hingga pasokan DOC dan pakan.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan menilai, belum terintegrasinya data menjadi salah satu kendala dalam penataan sektor peternakan ayam petelur. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah kesulitan memetakan secara akurat jumlah populasi ayam, kapasitas produksi, hingga peredaran telur di wilayah Magetan.
Pemerintah daerah juga telah berupaya mendapatkan data dari pemerintah pusat terkait kebutuhan dan kuota produksi yang ideal. Namun, informasi tersebut hingga kini belum dapat diperoleh secara pasti.
Padahal, data tersebut dinilai penting untuk menyesuaikan jumlah produksi dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, potensi kelebihan produksi yang dapat menekan harga telur di tingkat peternak bisa diantisipasi.
Persoalan tersebut berkaitan erat dengan kondisi yang belakangan dihadapi peternak ayam petelur di Magetan. Selain harga telur yang dalam kondisi tertentu masih berada di bawah harga pokok produksi, peternak juga mengeluhkan terbatasnya penyerapan hasil produksi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang mulai menyerap telur hasil produksi peternak. Namun, skalanya dinilai masih minim sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap keseluruhan produksi telur di Magetan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, menyebut persoalan tersebut membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh, termasuk melalui kebijakan pemerintah pusat.
Karena itu, para peternak berencana membawa berbagai persoalan tersebut ke DPR RI. Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu mengatasi masalah harga dan penyerapan telur, tetapi juga mendorong pemerintah pusat membangun sistem data peternakan yang lebih terpadu.
Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah diharapkan dapat menentukan produksi sesuai kebutuhan pasar sekaligus memberikan kepastian serta perlindungan yang lebih baik bagi peternak ayam petelur.
Editor : JTV Madiun



















