PACITAN - Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan pemerintah daerah dinilai efektif dalam mendukung kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Bantuan dari dana cukai tersebut dirasakan langsung oleh petani, baik dalam bentuk sarana produksi, pelatihan, maupun pendampingan teknis.
Salah satu kelompok tani yang merasakan manfaat DBHCHT adalah Kelompok Tani Tembakau Sumber Asih di Dusun Pagutan, Desa Punung, Kecamatan Punung. Kelompok ini secara rutin menerima dukungan melalui berbagai program yang bersumber dari dana cukai hasil tembakau.
Ketua II Kelompok Tani Tembakau Sumber Asih, Sularno, mengatakan bantuan DBHCHT sangat membantu petani dalam menunjang kegiatan budidaya tembakau. “Alhamdulillah, kelompok kami sangat terbantu dan selalu mendapatkan alokasi dari dana DBHCHT tembakau,” kata Sularno, ditulis Selasa (3/2) pagi.
Ia menjelaskan, bantuan yang diterima petani cukup beragam, mulai dari pendampingan pembuatan pupuk organik, pendampingan budidaya tembakau, hingga bantuan alat pertanian modern. Beberapa di antaranya mesin rajang tembakau, kultivator, toren air, serta kendaraan roda tiga.
Baca Juga : Pengawasan Pita Cukai Ditingkatkan di Toko dan Pasar Pacitan
Menurut Sularno, keberadaan alat-alat tersebut mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan. “Kalau dulu membersihkan rumput pakai tenaga manual, sekarang bisa pakai kultivator. Itu sangat meringankan sekali,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada efisiensi, bantuan DBHCHT juga dinilai berpengaruh positif terhadap kualitas dan ketepatan waktu proses budidaya tembakau, mulai dari pemupukan hingga perawatan tanaman. “Untuk pemupukan, penyemprotan, sampai proses topping semuanya jadi tepat waktu karena peralatannya sudah memadai dan modern,” lanjutnya.
Kelompok Tani Tembakau Sumber Asih sendiri memiliki sekitar 160 anggota yang seluruhnya aktif mengelola lahan tembakau. Para petani berharap program dana cukai ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh petani. “Kami selaku petani mengucapkan terima kasih kepada dinas terkait. Proses penyalurannya mudah dan sangat membantu,” pungkas Sularno.
Baca Juga : Rokok Ilegal Disebut Ganggu Stabilitas Harga Tembakau Lokal di Pacitan
Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, pemerintah daerah berharap sektor pertanian tembakau tetap berkelanjutan, sekaligus mendorong modernisasi pertanian dan peningkatan pendapatan petani di daerah. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















