BLITAR - Kebakaran melanda gudang pengolahan sabut kelapa di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Kamis malam (23/4). Tumpukan cocofiber yang rencananya akan dikirim ke New Zealand hangus terbakar. Diperkirakan sekitar tiga ton material siap ekspor musnah dilalap api.
Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 22.00. Mereka melihat kepulan asap tebal dari area pabrik yang saat itu dalam kondisi kosong. Saat didekati, api sudah membakar tumpukan sabut kelapa kering di bagian tengah gudang.
Kobaran api dengan cepat membesar. Material sabut kelapa yang mudah terbakar membuat api merembet ke tumpukan lain. Warga yang panik segera melapor ke perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Blitar.
Tak lama berselang, tiga unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api yang sulit dikendalikan karena bara tersimpan di dalam tumpukan sabut yang padat.
“Api sulit dipadamkan karena bara ada di dalam tumpukan sabut kering,” ujar Purwoko, pemilik pabrik.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, aktivitas produksi sedang libur sehingga tidak ada pekerja di lokasi.
Kepala Desa Ngoran, Imam Saiful, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Selain cocofiber siap kirim, bagian atap bangunan dan mesin penggilingan juga ikut terbakar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















