Penulis: Andi Asmara
Satu kata yang sama bisa memiliki arti yang berbeda di dua tempat yang berbeda. Perbedaan budaya rupanya membawa perbedaan persepsi dalam memaknai suatu kata, misalnya kata rempon. Kata rempon adalah istilah umum yang dikenal luas baik oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri maupun Kabupaten Mojokerto. Akan tetapi, di dua wilayah tersebut, kata rempon memiliki arti yang jauh berbeda.
Apabila Anda orang Kediri dan kebetulan sedang singgah di Mojokerto atau Anda orang Kediri yang baru pindah domisili di Mojokerto maka jangan heran apabila Anda mendengar kata rempon diucapkan secara terbuka di muka umum, bukannya dengan cara berbisik-bisik dan penuh rahasia sebagaimana orang Kediri mengucapkannya.
Bagi orang Kediri, mendengar kata rempon diucapkan secara terbuka di muka umum tanpa tedeng aling-aling tentu akan kaget setengah mati dan membuat telinga terasa kerih. Ia akan berkata dalam hati, “Oh...orang ini tidak sopan sama sekali” atau bahkan sangat mungkin berprasangka bahwa orang itu adalah orang yang tidak waras.
Baca Juga : Sopir Bus Terlibat Kecelakaan Di Simpang Empat Muning, Resmi Ditetapkan Tersangka
Di Kediri, kita tidak akan menjumpai orang mengucapkan kata rempon secara terbuka. Kata rempon pasti diucapkan secara rahasia dan berbisik-bisik agar tidak didengar oleh orang banyak. Orang Kediri akan mengamati kondisi sekelilingnya secara cermat sebelum mengeluarkan kosa kata rempon dalam suatu perbincangan terbatas.
Perbedaan arti suatu kata akan membawa perbedaan pula dalam situasi penuturannya. Ada kata yang bisa dituturkan di mana saja, kapan saja, dan dalam situasi apa saja. Ada pula kata yang hanya pantas dituturkan dalam situasi tertentu, kondisi tertentu dan tempat tertentu pula. Merujuk pada kata rempon, di Kabupaten Mojokerto rempon berarti `ngobrol`, `berbincang-bincang` yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Sedangkan di Kabupaten Kediri kata rempon bermakna `seorang lelaki yang sedang meremas-remas payudara seorang perempuan`.
Ning ayo mlebu rempon nok mbale ae `Mbak ayo masuk, kita ngobrol di ruang tamu saja’. Ini adalah arti kata rempon versi orang Mojokerto. Apabila kalimat tersebut diucapkan oleh laki-laki Mojokerto dan ditujukan kepada perempuan Mojokerto tentu tidak ada masalah. Namun, apabila kalimat tersebut ditujukan kepada perempuan Kediri pasti mengundang masalah. Bisa jadi laki-laki tersebut akan langsung ditampar mukanya atau dicaci-maki. Kalimat Ning ayo mlebu rempon nok ruang tamu ae akan diterjemahkan oleh orang Kediri sebagai `Mbak ayo masuk, kuremas-remas payudaramu di ruang tamu saja`.



















