SURABAYA - Upaya mencetak bibit atlet berbakat dari Kota Surabaya, terus dilakukan berbagai pihak. Kali ini, dilakukan SMP Negeri 1 Surabaya dengan menggelar kompetisi basket bertajuk SpensaCup 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Thor, Surabaya, Minggu (1/2/2026).
Ajang yang baru pertama kali ini disambut antusias sekolah baik SMP Negeri maupun swasta. Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam ajang ini yang terdiri atas 16 tim basket putra dan 16 tim basket putri.
SpensaCup 2026 dijadwalkan berlangsung selama lebih dari sepekan, mulai 31 Januari hingga 8 Februari 2026. Turnamen ini menggunakan sistem setengah kompetisi, dengan pembagian empat grup untuk masing-masing kategori putra dan putri.
Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Eko Widayani, menyatakan bahwa SpensaCup dirancang sebagai wadah ekspresi dan pembinaan karakter siswa melalui olahraga.
Menurut dia, kompetisi ini bukan semata mengejar kemenangan, melainkan membangun nilai sportivitas, kerja sama, dan disiplin.
“Kami sengaja membuat SpensaCup sebagai ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan minat dan bakatnya di bidang basket. Ini bukan soal hadiah, tetapi tentang memberi panggung yang sehat dan positif bagi mereka,” ujar Eko saat pembukaan turnamen.
Ia menambahkan, keterlibatan sekolah swasta dalam ajang ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga pelajar yang inklusif.
Ke depan, pihak sekolah membuka peluang menjadikan SpensaCup sebagai agenda tahunan agar pembinaan basket di tingkat SMP dapat berlangsung berkelanjutan.
Bagi Spensa sendiri, turnamen ini juga menjadi ajang uji kekuatan. Sebagai tuan rumah, SMPN 1 Surabaya menurunkan tim terbaiknya dengan target meraih prestasi maksimal.
Namun, menurut Eko, target juara tetap ditempatkan dalam kerangka pendidikan karakter, bukan semata ambisi kompetitif.
Ia menyoroti pentingnya olahraga di tengah tantangan era digital. Ketergantungan anak pada gawai, kata dia, berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan sosial jika tidak diimbangi aktivitas fisik dan interaksi langsung.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar bekerja dalam tim, mengelola emosi, dan memahami arti sportivitas. Basket mengajarkan bahwa kemenangan lahir dari kerja sama, bukan dari individu,” ujarnya.

Ketua Panitia SpensaCup 2026, Dr. Agung Satryo Wibowo, menjelaskan bahwa pembatasan peserta di level SMP dilakukan agar turnamen berjalan efektif dan fokus pada pembinaan usia dini.
Dengan format empat grup, panitia berharap setiap tim mendapatkan kesempatan bermain yang proporsional.
“Ini event perdana, jadi kami mulai dari level SMP. Harapannya, ke depan bisa berkembang lebih besar dan lebih matang,” kata Agung.
Pertandingan pembuka langsung menyuguhkan hasil mencolok. Pada kategori putri, SMPN 21 Surabaya menang telak atas SMPN 1 Arimbi dengan skor 48–2.
Sementara di kategori putra, SMPN 1 Arjuna Surabaya kembali menunjukkan dominasi setelah mengalahkan SMPN 21 Arjuna dengan skor 12–7, hingga kuarter 4 score berakhir dengan 20-7, untuk kemenangan SMPN 1 Arjuna Surabaya.
Lebih dari sekadar turnamen, SpensaCup 2026 mencerminkan pentingnya ajang kompetisi olahraga di tingkat SMP sebagai bagian dari pendidikan holistik.
Olahraga bukan hanya sarana menjaga kebugaran, tetapi juga medium pembentukan karakter, kepemimpinan, dan ketangguhan mental.
Dalam jangka panjang, kompetisi seperti SpensaCup berpotensi menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Surabaya dan Jawa Timur. Dari lapangan sekolah, bukan mustahil akan tumbuh pebasket handal yang kelak mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















