MAGETAN - Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyiapkan penataan pedagang malam di kawasan Pasar Sayur. Para pedagang yang selama ini menempati area parkir rencananya akan direlokasi ke lokasi yang lebih layak dan tertata, namun prosesnya dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan.
Rencana relokasi pedagang malam Pasar Sayur ini mendapat tanggapan langsung dari Bupati Magetan, Nanik Sumantri. Pemerintah daerah berupaya menata ulang lokasi pedagang agar lebih tertib sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
Bupati menyampaikan, los baru yang telah dibangun di kawasan pasar memang diproyeksikan sebagai pusat aktivitas perdagangan. Namun saat ini kapasitasnya masih belum mampu menampung seluruh pedagang malam, sehingga pemerintah menyiapkan sejumlah opsi penempatan alternatif.
Salah satu opsi yang ditawarkan yakni memanfaatkan area Pasar Burung. Lokasi tersebut selama ini hanya beroperasi pada pagi hari, sehingga nantinya dapat digunakan pedagang malam pada sore hingga malam hari. Dengan begitu, pemanfaatan lahan pasar dapat lebih maksimal.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan opsi area di depan los baru untuk pedagang malam. Penataan ini diharapkan membuat para pedagang dapat berkumpul dalam satu kawasan yang lebih rapi, tertata, serta mudah diakses pembeli.
Pemerintah daerah menegaskan proses relokasi akan dilakukan secara bertahap dan mengedepankan dialog dengan para pedagang agar penataan tetap berjalan tanpa merugikan mereka. Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Magetan, Suratno, yang menilai penataan penting untuk mendukung ketertiban dan kenyamanan kawasan pasar.
Menanggapi keluhan pedagang terkait akses jalan di sisi selatan pasar, Bupati memastikan akan menindaklanjuti permintaan tersebut. Pemerintah berencana membangun jalan tembus menuju area pasar agar pedagang dan pembeli tidak perlu memutar jauh.
Dengan penataan ini, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap aktivitas perdagangan malam di Pasar Sayur dapat berjalan lebih tertib, aman, serta mampu meningkatkan perekonomian pedagang tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.
Editor : JTV Madiun

















