NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi berencana mengalokasikan sebagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) APBD 2025 untuk membantu perbaikan jalan poros desa. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan akses masyarakat sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan program ketahanan pangan.
Salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian berada di jalur penghubung Desa Sirigan, Kecamatan Paron, dengan Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar. Jalan tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian, namun masih memerlukan perbaikan.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengatakan total SILPA APBD 2025 mencapai sekitar Rp150 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp50 miliar diusulkan untuk mendukung perbaikan jalan poros desa melalui Perubahan APBD 2026.
Menurut Ony, saat ini tingkat kemantapan jalan kabupaten di Ngawi telah mencapai lebih dari 97 persen. Sementara itu, tingkat kemantapan jalan desa masih berada di kisaran 80 persen sehingga masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
"Kami berencana mengalokasikan sekitar Rp50 miliar dari SILPA untuk membantu peningkatan jalan poros desa yang memiliki peran strategis, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan memperlancar distribusi hasil pertanian," ujar Ony Anwar Harsono.
Ia menjelaskan, intervensi pemerintah kabupaten diperlukan karena kemampuan keuangan pemerintah desa masih terbatas. Kondisi tersebut semakin terasa setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke desa.
"Melalui dukungan APBD, kami berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus berjalan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, tidak terganggu," tambahnya.
Pemkab Ngawi berharap program tersebut dapat mempercepat peningkatan kualitas jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat sekaligus menopang produktivitas sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Editor : JTV Madiun



















