PONOROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo akhirnya buka suara terkait kondisi jembatan rusak parah di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, yang belakangan viral di media sosial karena dinilai membahayakan keselamatan warga.
Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengajukan anggaran perbaikan jembatan sejak tahun 2025 kepada BPBD Provinsi Jawa Timur dan pengajuan tersebut telah mendapatkan persetujuan.
“Pengajuan perbaikan jembatan sudah kami lakukan sejak tahun lalu dan telah disetujui oleh provinsi,” ujar Masun, Kamis (16/1/2026).
Namun demikian, Masun menjelaskan bahwa realisasi anggaran tersebut tertunda akibat adanya penundaan penyaluran anggaran dari Kementerian Keuangan, sehingga hingga kini perbaikan belum bisa dilaksanakan.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Ponorogo kembali mengajukan anggaran perbaikan pada 10 Januari 2026. Meski begitu, hingga saat ini BPBD belum dapat memastikan kapan dana tersebut akan dicairkan.
“Kami sudah mengajukan kembali, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian terkait waktu pencairan anggaran,” tambahnya.
Sebelumnya, kondisi jembatan di Desa Wagir Lor viral di media sosial setelah beredar video yang menunjukkan kerusakan serius pada struktur jembatan. Kerusakan terjadi pada tanah penopang jembatan yang terkikis, sehingga mengancam kestabilan dan berpotensi menyebabkan jembatan ambrol.
Dalam tiga hari terakhir, warga terpaksa melintasi jembatan tersebut dengan berjalan kaki, lantaran kondisi jembatan dinilai semakin mengkhawatirkan dan tidak aman dilalui kendaraan.
Saat ini, kondisi jembatan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. BPBD berharap penanganan dapat segera dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keselamatan warga yang beraktivitas setiap hari menggunakan akses tersebut.
Editor : JTV Madiun



















