BLITAR - Momentum Ramadan membawa berkah bagi perajin alat musik tabuh. Salah satunya Mujiono, warga Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Perajin yang akrab disapa Bajai itu kebanjiran pesanan beduk untuk musala dan masjid menjelang bulan suci.
Saat ditemui di bengkel kerjanya, Mujiono tengah menyelesaikan beduk berdiameter 1,5 meter pesanan salah satu masjid. Tahun ini, dia mengaku telah menerima sedikitnya 10 pesanan beduk selama Ramadan.
“Kalau Ramadan memang selalu ramai. Pesanan bisa datang dari berbagai daerah,” ujarnya.
Pada hari biasa, Mujiono memproduksi kendang Jawa. Namun, memasuki Ramadan, permintaan beduk meningkat signifikan. Untuk mengantisipasi lonjakan pesanan, bapak satu anak itu menyiapkan stok setengah jadi sejak jauh hari. Dengan begitu, ketika pesanan datang, proses penyelesaian bisa lebih cepat.
Dalam proses produksi, Mujiono menggunakan bahan kayu mahogani, nangka, dan trembesi. Harga satu set beduk bervariasi, mulai Rp 2,5 juta untuk ukuran kecil hingga Rp 15 juta untuk ukuran besar.
Menurut dia, pesanan paling banyak datang dari wilayah Blitar dan Tulungagung. Selain untuk kebutuhan musala dan masjid, beduk juga banyak dipesan untuk memeriahkan takbir malam Idul Fitri. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















