TRENGGALEK - Hobi memelihara ayam Bangkok membawa berkah bagi Iwan Pebrilian, 34, warga Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Usaha pembuatan kandang ayam premium yang dirintisnya kini mampu menembus pasar nasional hingga membuat pelanggan harus rela mengantre sampai lima bulan.
Kandang ayam produksi Iwan banyak diminati para penghobi dan juragan ayam Bangkok dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, pesanan datang dari luar Pulau Jawa.
Terbaru, Iwan menyelesaikan pesanan kandang milik seorang jenderal TNI di Bandung, Jawa Barat. Pelanggan tersebut diketahui sudah tiga kali memesan kandang buatannya.
“Awalnya hanya karena hobi memelihara ayam jago. Lama-lama banyak teman tertarik dengan kandang yang saya buat, akhirnya saya tekuni sampai sekarang,” ujar Iwan.
Usaha yang dirintis dari rumah itu kini menjadi sumber penghasilan utama keluarganya. Tidak hanya itu, Iwan juga memberdayakan tiga pemuda di lingkungan sekitar untuk membantu proses produksi kandang.
Kandang ayam buatan Iwan memiliki desain khusus yang membedakannya dengan produk lain di pasaran. Dalam satu kandang terdapat dua laci, yakni bagian alas dan penampung kotoran ayam sehingga lebih praktis dibersihkan.
Selain itu, kandang juga dilengkapi korden pada bagian depan untuk memberikan kenyamanan bagi ayam. Material yang digunakan pun tergolong premium, mulai kayu mahoni, bambu, hingga triplek pada bagian belakang.
Untuk menjaga kualitas produk, proses finishing masih dikerjakan langsung oleh Iwan. Ia mengaku detail pengerjaan menjadi salah satu alasan kandangnya banyak diminati pelanggan.
Harga kandang dibanderol mulai Rp 350 ribu hingga Rp 700 ribu per pintu atau satu plong. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim ke luar daerah maupun luar pulau yang dilayani menggunakan jasa kargo.
Menurut Iwan, pemasaran digital menjadi faktor utama berkembangnya usaha tersebut. Promosi melalui media sosial membuat produknya semakin dikenal luas hingga pesanan terus berdatangan.
Akibat tingginya permintaan, pelanggan kini harus menunggu antrean produksi hingga lima bulan untuk mendapatkan kandang pesanan mereka. (Moch. Herlambang)
Editor : JTV Kediri



















