SIDOARJO - Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, belum sepenuhnya reda. Hingga Rabu (2/9/2026) sore, korban masih berdatangan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kali ini korban yang datang mayoritas santri putri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Mereka tiba di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo sekitar pukul 3 sore.
Setibanya di rumah sakit, para santri langsung diturunkan dari ambulans dan dibawa ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan pemeriksaan dan observasi.
Mereka mengeluh mual, pusing hingga diare, setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026).
Sejumlah santri yang baru dibawa ke rumah sakit pada hari ini mengaku baru mengalami gejala sejak Rabu pagi hingga siang. Kondisi tersebut membuat mereka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Humas RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana Hadi, mengatakan sejak Selasa malam hingga Rabu sore, total 380 santri telah mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, 353 santri telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan mendapat penanganan medis.
Sementara itu, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan kembali bertambah. Jika sebelumnya hanya lima pasien yang dirawat, hingga Rabu sore tercatat 22 pasien masih menjalani perawatan dan observasi.
“Sejak Selasa malam sampai Rabu sore, total ada 380 pasien yang kami terima. Sebanyak 353 pasien sudah diperbolehkan pulang. 5 orang masih dirawat sejak kemarin. Sementara yang saat ini yang menjalani observasi ada 22 pasien,” ujar Rizqi.
Pihak RSUD R.T. Notopuro memastikan kesiapsiagaan tenaga medis tetap dilakukan untuk mengantisipasi adanya pasien susulan.
Rumah sakit juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien yang masih menjalani observasi, sementara penanganan terhadap korban dugaan keracunan terus dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien.
"Kami belum bisa memastikan berapa lama observasi berlangsung. Tapi alhamdulillah yang awal sudah ada yang pulang karena sudah baikan dan sudah kembali ke pondok. Yang susulan ini belum tahu. Kalau dengan obat bisa dua atau tiga jam. Tapi itu juga bergantung dengan kondisi tubuh masing-masing," pungkas Rizqi.
Editor : A. Ramadhan



















