TULUNGAGUNG - Cara unik dilakukan Pemerintah Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, untuk menekan maraknya penerbangan balon udara liar saat momen Lebaran. Alih-alih melarang secara represif, warga justru diajak berkreasi melalui festival balon udara yang digelar Minggu pagi (29/3).
Puluhan balon udara beragam motif tampak menghiasi langit di lapangan salah satu sekolah desa setempat. Balon-balon tersebut merupakan hasil karya para pemuda Desa Notorejo yang dibuat secara kreatif dan diterbangkan dengan cara yang lebih aman.
Kepala Desa Notorejo, Mustakim, mengatakan kegiatan festival balon udara mini ini sengaja digelar sebagai solusi atas maraknya balon liar yang kerap membahayakan. Pihak desa menggandeng Polsek dan Koramil Gondang untuk mengedukasi masyarakat.
“Daripada menerbangkan balon secara liar yang berisiko, kami ajak warga tetap berkreasi, tetapi dengan cara yang aman dan terkontrol,” ujarnya.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Penjahit Kaki Lima di Tulungagung Kebanjiran Order Permak
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari masyarakat, terutama kalangan pemuda. Salah satunya Danang Jauharul Afif, yang bersama kelompoknya membuat balon udara berdiameter sekitar 7 meter dan panjang 10 meter.
Menurut Danang, proses pembuatan balon tersebut memakan waktu sekitar empat hari. Ia menilai festival seperti ini sangat efektif sebagai wadah kreativitas anak muda.
“Kegiatan ini sangat bagus, jadi kami tetap bisa berkarya tanpa harus membahayakan. Harapannya balon liar bisa berkurang,” ungkapnya.
Baca Juga : Gereja di Tulungagung Bagikan 2.200 Paket Sembako Lebaran untuk Warga Pra Sejahtera
Melihat tingginya antusiasme warga, Pemerintah Desa Notorejo berencana menjadikan festival balon udara ini sebagai agenda rutin tahunan, khususnya setelah Lebaran. Upaya ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam menekan tradisi balon liar yang selama ini sulit dikendalikan. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri


















