Menu
Pencarian

Baguss: Tak Fair Membandingkan Khofifah dengan Kang Dedi Mulyadi

Portaljtv.com - Sabtu, 5 April 2025 21:00
Baguss: Tak Fair Membandingkan Khofifah dengan Kang Dedi Mulyadi
H. Yusuf Hidayat, Sekjen Baguss. (Foto: Istimewa)

SURABAYA - Kiprah Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang berani dan tegas membela masyarakat, mendapat pujian masyarakat. Termasuk kebijakan membebaskan pajak kendaraan bermotor.

Tak hanya memuji kinerja Kang Dedi Mulyadi, masyarakat juga mulai membandingkan kinerjanya dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bahkan, belakangan muncul narasi negatif secara massif di media sosial.

Ironinya, yang dibandingkan hanya terkait Uskup. Padahal karakteristik masalah antara Jatim dan Jabar jelas berbeda, demikian pula sosiologi dan demografinya.

Menurut H. Yusuf Hidayat, Sekjen Barisan Gus dan Santri (Baguss) tentu tidak fair dan tidak apple to Apple kalau membandingkan Khofifah dengan KDM. Sebab, Khofifah sudah bekerja 5 tahun ke belakang dan saat ini melanjutkan pengabdiannya untuk Periode kedua. Sementara KDM baru memulai bekerja di awal jabatannya.

Baca Juga :   Jelang Idul Fitri, Gubernur Jatim Tinjau Stabilitas Harga dan Stok Pangan di PBM

"Bu Khofifah itu sudah bekerja dan berhasil membangun Jatim dengan berbagai prestasinya. Sementara KDM baru memulai, masih harus dilihat 5 tahun ke depan lagi," terang pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu, dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).

Alumni santri Tebuireng Jombang ini menguraikan sekelumit dari deretan panjang prestasi Khofifah memimpin Jawa Timur. Diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur yang dari tahun ke tahun selama Khofifah menjadi gubernur terus mengalami peningkatan. Terbaru, di tahun 2024 mencapai 75,35, meningkat 0,70 poin (0,94 persen) dibandingkan tahun sebelumnya (74,65).

Yusuf melanjutkan, angka kemiskinan di Jatim juga menurun signifikan. Berkat kerja keras Gubernur Khofifah angka kemiskinan yang selama ini dua digit, turun menjadi satu digit. Ia menyebut, penurunan angka kemiskinan ini menjadi penurunan kemiskinan tertinggi secara nasional.

Baca Juga :   Tutup Pesantren Ramadan Balita, Gubernur Khofifah Ajak Jaga Tiga Ukhuwah

"Alhamdulillah, angka kemiskinan Jatim tembus satu digit. Data ini sesuai rilis BPS yang menyebut angka kemiskinan Jatim per Maret 2024 adalah 9,79 persen. Ini prestasi Bu Khofifah yang jelas parameternya," tegas Yusuf.

Yusuf menambahkan, pengangguran di Jatim juga terus menurun sejak dipimpin Gubernur Khofifah. Penurunan pengangguran di Jatim mencapai 144 ribu orang selama setahun terakhir. Penurunan angka pengangguran ini terjadi dari periode Agustus 2023 hingga Agustus 2024.

Baca Juga :   Jelang Pelantikan, Khofifah Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta

Yusuf menjelaskan, penurunan angka pengangguran itu juga diikuti dengan terbukanya lapangan kerja baru. Ia menyebut selama periode Agustus 2023 hingga Agustus 2024, terdapat penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 657,93 ribu orang di Jawa Timur.

"Pertumbuhan ekonomi di Jatim juga nomor dua setelah Provinsi DKI Jakarta. Di periode kedua ini, Bu Khofifah dan Mas Emil punya visi besar menjadikan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. Ini tentu lompatan besar, yang harus kita dukung bersama," pungkas Yusuf. (*)

Editor : M Fakhrurrozi





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.