Menu
Pencarian

Arema Kalah Lagi di Derby Jatim, Aremania Ngamuk Bakar Ban Depan Kantor

Khairul Anwar - Minggu, 3 Mei 2026 22:00
Arema Kalah Lagi di Derby Jatim, Aremania Ngamuk Bakar Ban Depan Kantor
Aremania melampiaskan kekecewaan usai dua kali kalah dalam Derby Jatim dengan membakar ban, Minggu (3/5/2026) malam. (Foto: Istimewa)

MALANG - Kekalahan Arema FC atas Persik Kediri 3-2 dalam laga lanjutan pekan ke-31 Super League memantik kekecewaan suporternya, Aremania. Ratusan Aremania menggeruduk kantor Official Arema FC di Jalan Mayjend Panjaitan, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Minggu (3/5/2026) malam.

Ratusan Aremania ini datang ke kantor Arema FC pasca laga Persik vs Arema FC yang digelar di Stadion Joko Samudro Gresik, berakhir. Begitu tiba di depan kantor, Aremania ini langsung melampiaskan kekecewaan atas kekalahan 3-2 dari Persik Kediri.

Tak hanya berteriak, ratusan Aremania ini juga langsung membakar ban di tengah jalan. Kobaran api semakin memanaskan situasi.

"Awalnya itu puluhan Aremania yang datang ke kantor Arema FC. Tetapi semakin malam jumlahnya mencapai ratusan. Mereka langsung membakar ban di tengah jalan yang membuat arus lalu lintas macet dan dialihkan," kata Yakobus, Aremania.

Yakobus menambahkan, aksi Aremania ini dipicu dua kali kekalahan beruntun dalam derby Jatim, saat melawan Persebaya dan Persik Kediri.

"Saat lawan Persib Bandung itu kok bagus mainnya hingga bisa menahan seri. Tapi saat lawan Persebaya kok kalah 4-0 dan kalah lagi saat melawan Persik Kediri. Itu yang membuat mereka kesal," katanya.

Usai membakar ban sambil meluapkan caci maki kepada manajemen Arema FC, ratusan Aremania ini langsung membubarkan diri.

"Mereka langsung membubarkan diri dan tidak ada anarkisme," ungkapnya.

Yakobus berharap melalui aksi ini, Arema FC kembali bangkit di sisa 3 laga lanjutan Super League. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.