Menu
Pencarian

Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Ketapang Masih Panjang, Macet Hingga 5 Kilometer

JTV Banyuwangi - Senin, 30 Maret 2026 22:12
Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Ketapang Masih Panjang, Macet Hingga 5 Kilometer
ASDP menerapkan pengaturan arus dan optimasi waktu bongkar muat kapal, menekankan pentingnya kecepatan layanan untuk mengurangi waktu tunggu.

Libur Lebaran telah berakhir. Namun kemacetan kendaraan masih terjadi di jalan menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Senin, (30 Maret 2026). Antrean bahkan mengular hingga lebih dari lima kilometer (km) ke arah utara dari Pelabuhan Ketapang.

Hingga Senin sore, ekor antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 5,5 km dari akses masuk Pelabuhan Ketapang. Antrean didominasi kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus besar yang terus bergerak menuju pelabuhan.

Data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10, 11 Maret–1 April 2026. Hingga H+7, Minggu, 29 Maret 3026, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang. Sisa 10.568 unit kendaraan diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.

Baca Juga :   Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Ketapang Masih Panjang, Macet Hingga 5 Kilometer

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan percepatan layanan di dermaga diperkuat dengan pengaturan arus kendaraan sejak di sisi darat. 

“Kami mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone, sehingga kedatangan ke pelabuhan tetap terukur dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan, kunci utama pengendalian kepadatan bukan semata pada jumlah kapal, melainkan pada kecepatan layanan di setiap titik. 

Baca Juga :   Arus Balik Membludak, Ribuan Penumpang Padati Terminal Seloaji Ponorogo

“Fokus kami adalah memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Melalui pola Tiba-Bongkar–Berangkat (TBB), kapal tidak berlama-lama di dermaga sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan tersebut, waktu bongkar muat kapal terus dioptimalkan dengan rata-rata durasi sekitar 35 menit per siklus layanan. Dengan durasi yang lebih singkat dan disiplin operasional yang terjaga, rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas layanan meningkat secara signifikan.

Baca Juga :   Puncak Arus Balik di Pelabuhan Ketapang Diprediksi 26-29 Maret, Banyuwangi Gelar Rakor Bersama Kapolri

Pada kondisi puncak, menurutnya, antrean merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, selama pergerakan tetap terjaga, waktu tunggu dapat ditekan secara signifikan. 

“Yang terpenting adalah flow tetap hidup. Antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti,” ujarnya

Handoko Khusumo

Editor : JTV Banyuwangi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.