JEMBER - Inilah video amatir yang merekam antrean sejumlah pengendara untuk mendapatkan BBM. Tidak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga mengalami antrean serupa.
Seperti yang terjadi di salah satu SPBU di Jalan Ahmad Yani, Jember. Sejak pagi, antrean kendaraan terpantau mengular hingga ke jalan raya. Para pengendara rela mengantre untuk mendapatkan BBM agar dapat berangkat bekerja.
Sejumlah petugas kepolisian juga turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
Salah seorang pengemudi ojek online, Husairi, mengaku rela mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM agar dapat bekerja. Tidak jarang, ia harus mengantre selama setengah hingga satu jam untuk mendapatkan BBM.
Menurutnya, kondisi tersebut telah terjadi sejak empat hari terakhir. Sulitnya mendapatkan BBM membuat aktivitas Husairi sebagai pengemudi ojek online terganggu dan berdampak pada pendapatannya.
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi atau Hiswana Migas memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh habisnya stok BBM. Ketersediaan BBM secara umum di Jember disebut masih aman.
Antrean panjang lebih banyak dipicu oleh kepanikan masyarakat setelah beredar isu kelangkaan BBM. Kondisi ini memicu sebagian warga melakukan panic buying, meskipun bahan bakar di dalam tangki kendaraan mereka masih tersedia.
Akibatnya, konsumsi BBM di Jember meningkat sekitar 20 hingga 25 persen dibandingkan kondisi normal.
Di sisi lain, distribusi BBM menuju Jember memang mengalami kendala. Pengiriman dari Depo Tanjung Wangi terhambat kemacetan parah di jalur Ketapang, Banyuwangi.
Kemacetan sepanjang kurang lebih 15 kilometer tersebut terjadi di kawasan Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, seiring adanya proyek revitalisasi dermaga.
Untuk mempercepat pemulihan pasokan, Pertamina melakukan rekayasa distribusi BBM.
Depo Tanjung Wangi yang sebelumnya melayani empat kabupaten kini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Jember. Sementara itu, pasokan untuk Bondowoso dialihkan sepenuhnya dari Depo Surabaya.
Adapun Situbondo mendapatkan pasokan 80 persen dari Surabaya dan 20 persen dari Tanjung Wangi.
Rekayasa distribusi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan pasokan BBM di sejumlah SPBU di Jember sehingga antrean panjang kendaraan dapat segera terurai.
Editor : JTV Jember



















